Komisi II DPR Syok Hery Susanto Ditangkap Kejagung, Minta Ombudsman Segera Konsolidasi  

JAKARTA, Radarreclasseering.com – Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, angkat bicara terkait penangkapan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Penangkapan ini menjadi sorotan publik karena dilakukan hanya beberapa hari setelah Hery dilantik memimpin lembaga pengawas pelayanan publik tersebut.

“Kami telah melakukan diskusi informal dengan rekan-rekan Komisi II DPR RI, kami sangat terkejut, kami syok dan tentu menyayangkan berita ini. Kami menghormati proses hukum yang berjalan,” kata Rifqi saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).

Diketahui, baru enam hari menjabat, Hery Susanto resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola niaga pertambangan nikel periode 2013-2025. Hery sebelumnya telah mengambil sumpah sebagai Ketua Ombudsman di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (10/4/2026).

Sebagai mitra kerja, Komisi II DPR meminta agar seluruh jajaran Ombudsman tidak kehilangan arah. Rifqi meminta 8 orang komisioner lainnya segera melakukan konsolidasi internal untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan normal di seluruh Indonesia.

“Kami meminta kepada 8 orang pimpinan Ombudsman RI untuk segera melakukan konsolidasi internal dan memastikan seluruh tugas kewenangan serta fungsi Ombudsman RI berjalan dengan baik,” ujarnya.

Terkait kasus hukum yang menjerat Hery, Rifqi menegaskan pihaknya akan mengikuti proses hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Ia berharap insiden ini menjadi bahan evaluasi bersama demi kemajuan institusi ke depannya.

“Ini juga menjadi koreksi bagi kita semua dan mudah-mudahan ke depan Ombudsman RI menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Terpisah, dalam pernyataan seusai pelantikan pada 10 April lalu, Hery sempat menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan besar-besaran di internal lembaga. Fokus utamanya saat itu adalah merapikan struktur organisasi, meningkatkan kualitas SDM, serta memperbaiki pengelolaan anggaran.

“Yang jadi prioritas pertama adalah pembenahan internal. Ada banyak hal yang mesti diperbaiki, di antaranya struktur, SDM, dan anggaran. Selama ini Ombudsman dirasa masih berjarak dengan pemerintah, maka kami akan mendekatkan program-program strategis pemerintah yaitu Astacita untuk bisa dilaksanakan sebaik-baiknya,” ujar Hery saat itu. (Ty)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *