Kategori: Religi

  • DPP IKWASU Sumatra Utara Hadiri Pelantikan Aceh Sepakat Cabang XIX Kabupaten Asahan

    DPP IKWASU Sumatra Utara Hadiri Pelantikan Aceh Sepakat Cabang XIX Kabupaten Asahan

    ASAHAN, RADARRECLASSEERING.com – Dewan Pimpinan Pusat Ikwasu Sumatra Utara, Dra Djuwariyah M.Si menghadiri pelantikan DPC Aceh Sepakat Cabang XIX Kabupaten Asahan, yah di samping Ketua Ikwasu Kabupaten Asahan, beserta pengurus lainnya. Rabu 16/09/2026.

    Dalam hal ini ketua Ikwasu Sumatra Utara menyampaikan, selamat atas pelantikan Ketua Aceh Sepakat Cabang XIX Kabupaten Asahan, Kaharuddin semoga dapat mengembangkan dan memajukan Aceh Sepakat yang ada d Kabupaten Asahan, Masa Bakti 2026-2031.

    “Begitu juga untuk Ketua Ikwasu Kabupaten Asahan, segera/percepat bentuk kepengurusan agar dapat mengembangkan Ikwasu di Asahan, rangkul semua keluarga Aceh maupun yang masih ada darah Aceh,” ungkapnya.

    “Alhamdulillah sungguh sangat meriah sekali acara pelantikan ini, saya sangat bangga dan merasa senang bisa dapat hadir, di Kabupaten Asahan,” ujarnya.

    “Terimakasih atas jamuan yang d berikan kepada kami, semoga kedepannya kita bisa menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

    Tampak hadir Ketua Ikwasu Sumatra Utara beserta rombongan, Ketua DPC. Aceh Sepakat Batubara beserta rombongan, dan seluruh ibu-ibu tamu undangan yang hadir. (Sof)

  • Sambut Presiden Prabowo di Penutupan Muktamar ke-35 NU, Bupati Warsubi Apresiasi Dampak Ekonomi bagi Warga Jombang

    Sambut Presiden Prabowo di Penutupan Muktamar ke-35 NU, Bupati Warsubi Apresiasi Dampak Ekonomi bagi Warga Jombang

    JOMBANG, RADARRECLASSEERING.com – Bupati Jombang Warsubi menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto dalam acara penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Sa’id, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

    Presiden Prabowo hadir dalam agenda penutupan Muktamar NU yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Bupati Warsubi turut menyambut Presiden dalam rangkaian kegiatan tersebut.

    Penutupan Muktamar Ke-35 NU dilakukan setelah forum menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menerima Kartu Anggota Nahdlatul Ulama (KartaNU) yang diserahkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

    KartaNU merupakan kartu identitas keanggotaan warga NU yang menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat pendataan dan layanan bagi anggota.

    Muktamar Berjalan Lancar

    Bupati Jombang Warsubi mengapresiasi pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang digelar di wilayah Kabupaten Jombang.

    Menurut Warsubi, seluruh rangkaian kegiatan Muktamar dapat berjalan dengan lancar dan selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.

    “Kami mengapresiasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang berjalan dengan lancar dan tepat waktu,” ujar Warsubi.

    Ia menilai kelancaran penyelenggaraan Muktamar tidak hanya penting bagi NU, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Jombang.

    Salah satunya terlihat dari aktivitas ekonomi yang meningkat selama ribuan peserta dan warga dari berbagai daerah datang ke Jombang.

    Warsubi mengatakan, penyelenggaraan Muktamar memberikan dampak cukup besar terhadap perekonomian daerah.

    Menurut dia, kehadiran peserta dan pengunjung selama rangkaian Muktamar turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, kuliner, transportasi hingga jasa.

    “Ini cukup berdampak besar bagi perekonomian di Kabupaten Jombang,” kata Warsubi.

    Ia berharap geliat ekonomi yang muncul selama Muktamar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor usaha lokal.

    Dengan berakhirnya Muktamar Ke-35 NU, Warsubi juga berharap berbagai keputusan yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat membawa manfaat bagi organisasi dan masyarakat secara luas.

    Penutupan Muktamar sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru PBNU di bawah Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) untuk masa khidmah 2026-2031.(kom/sb)

  • KH Abdul Hakim Mahfudz Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU, Moch. Solichin: Semoga NU Makin Kokoh Menjaga Persatuan Bangsa   

    KH Abdul Hakim Mahfudz Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU, Moch. Solichin: Semoga NU Makin Kokoh Menjaga Persatuan Bangsa  

    JOMBANG, RADARRECLASSEERING.com – Hasil Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 35 telah menetapkan K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2026 – 2031. Sementara itu, posisi Ketua Dewan Rois Aam dipercayakan kepada K.H. Miftachul Akhyar.

    Menyambut hasil penetapan tersebut, Pimpinan Redaksi Radarreclasseering sekaligus Ketua Umum Yayasan Jiwa Pelopor Reclasseering/Lembaga Reclasseering Indonesia, Moch. Solichin, bersama seluruh jajaran pengurus dan staf menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya.

    “Selamat dan sukses kepada K.H. Abdul Hakim Mahfudz atas terpilihnya sebagai Ketua Umum PBNU, serta kepada K.H. Miftachul Akhyar yang dipercaya memegang amanah sebagai Ketua Dewan Rois Aam. Semoga amanah besar ini membawa berkah, memberikan kekuatan, dan memudahkan langkah beliau berdua serta seluruh jajaran PBNU dalam memimpin organisasi NU yang kita cintai,” ujar Moch. Solichin, Senin (31/8/2026).

    Lebih lanjut, Moch. Solichin berharap di bawah kepemimpinan baru ini, NU semakin kokoh tegak berdiri, menjadi pelopor persatuan, kedamaian, dan kemaslahatan umat serta bangsa Indonesia. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara nilai-nilai yang dibawa NU dengan semangat pembangunan karakter Bangsa yang juga menjadi misi lembaga yang dipimpinnya.

    “Kami berdoa, semoga kepemimpinan ini senantiasa diberi petunjuk dan kekuatan untuk menjaga keutuhan, memperkuat ukhuwah, serta membawa NU semakin maju, mandiri, dan berdaya guna bagi Masyarakat, Bangsa, Negara dan Dunia. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan kebijaksanaan yang luas,” tambahnya.

    Seluruh keluarga besar Yayasan Jiwa Pelopor Reclasseering dan Lembaga Reclasseering Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi, mendukung langkah-langkah konstruktif organisasi kemasyarakatan dalam rangka memperkuat fondasi kebangsaan, toleransi, dan kemajuan bersama.

    “Semoga Allah SWT senantiasa melindungi, membimbing, dan memberkati langkah K.H. Abdul Hakim Mahfudz, K.H. Miftachul Akhyar, serta seluruh jajaran PBNU. Sekali lagi, selamat mengemban amanah, semoga sukses dan berhasil dunia akhirat,” pungkas Moch. Solichin Di Jakarta.

    *(SB/Red)

  • Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Antusias Warga RW 08 Desa Tanggul Kulon, Kompak Guyub Rukun

    Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Antusias Warga RW 08 Desa Tanggul Kulon, Kompak Guyub Rukun

    Jember,http://radarreclasseering.com -Antusias Warga dusun Krajan Gang Bugenvil RT 04 RW 08 Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada malam hari ini menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Senin, (24 Agustus 2026).

    Kegiatan peringatan hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW, dilaksanakan setiap 1 tahun sekali tepatnya di halaman Mushollah Raudhatul Jannah, sekaligus dihadiri para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta kaum Ibu Muslimat hingga anak di bawah umur.

    Berlangsungnya kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustad Tohir menyampai mukadimah sebagai pembukaan awal dengan ucapan banyak terima kasih. Alhamdulillah, berarti khususnya warga masyarakat disini benar-benar menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Alhamdulillah, semoga kita semua selalu mendapatkan safaatnya Nabi Muhammad SAW di dunia hingga di akherat, dan mengapa setiap tahun selalu di peringati Maulid Nabi Muhammad SAW? tujuan untuk yaitu semakin kenal dan erat perkenalan kita kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.

    Bahkan Nabi Muhammad SAaw diterangkan di Alqur’an, Laqad kaana lakum fi Rasulillahi Uswatun Hasanah, (Surat Al-Ahzab ayat 21), Artinya adalah sungguh pada diri Rasullullah benar-benar ada Suri Teladan yang baik bagimu, dan kita tidak rugi bila mengikuti apa yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW.

    Barang siapa yang membaca Sholawat 1x, maka akan dibalas dengan 10x, dan barang siapa yang membaca 10x maka akan dibalas dengan 100x, dan begitu juga seterusnya. Mungkin atas keterangan yang sedikit ini bisa membawa bermanfaat kepada kita semua dan juga pada diri kita.

    Demikian apa yang kita sampaikan kurang lebihnya kami mohon maaf.
    Wallahul muwaffiq ila aqwamit-thariq, Wasalamualikum warohmatullahi wabarokatuh.ujar Tohir.

    Dilanjutkan pembacaan Asyroqol Badru Alaina atau Sholawat dan Mahallul Qiyam, dalam pembacaan kitab Maulid Diba’ atau (Barzanji). Bait ini memuji Nabi Muhammad Saw, sebagai bulan purnama yang memerangi kegelapan dan membawa kebahagian, dan sekaligus di tutup dengan do’a.

    “Menambahkan., Holili sebagai panitia kegiatan, Alhamdulillah kita baru saja selesai melaksanakan kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Alhamdullah warga masyarakat di RT 04, RW 08 khususnya di Gang Bugenvil I sangat antusias sekali, kompak, rukun dan guyub.

    Dengan tibanya Maulid Nabi Muhammad SAW, kita sangat bersyukur dan menjunjung tinggi memperingati kelahiran Nabi kita. Jadi Alhamdulillah yang hadir pada malam hari ini sekitar 300 orang dan itupun bukan hanya dari lingkungan sekitar kita saja.

    Jelasnya ada warga masyarakat sendiri yaitu dari Desa Tanggul Kulon, Desa Tanggul Wetan, bahkan ada juga yang dari Desa Manggisan. Dan menariknya lagi setelah do’a terakhir selesai, warga langsung berebutan mengambil berbagai macam-macam yang telah di sediakan oleh panitia sebelumnya.

    Mulai dari barang peralatan rumah tangga hingga makanan ringan seperti (Snack), dan ada juga uang kertas 2 ribuan, 5 ribuan, 10 ribuan berjejer digantungnya dengan jumlah sekitar 2 jutaan, dan sekaligus disertai tabur uang oleh tuan rumah saudara Aa’ sejumlah 1 juta.

    Tabur uang tersebut sebagai rasa kecintaan kepada Nabi kita yaitu dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan jugapun bertujuan untuk membagi rejeki (Shodakoh) pada warga masyarakat yang hadir malam hari ini acara tasyakuran Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Harapan kita kedepan semoga dengan adanya kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, warga masyarakat semakin antusias, semakin ramai, guyub, rukun semua antar warga masyarakat khususnya di RT 04, RW 08, bahkan hal ini kita untuk umum. ujar Holili.
    (Indra).

  • Bersatu, Berjuang, dan Membangun, Semangat HUT ke-81 RI Ditengah Jemaat HKBP Bukit Datuk

    Bersatu, Berjuang, dan Membangun, Semangat HUT ke-81 RI Ditengah Jemaat HKBP Bukit Datuk

    DUMAI,http://radar RECLASSEERING.com – Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI turut dirayakan jemaat HKBP Bukit Datuk, Senin (17/8/2026).

    Memegang prinsip Yeremia 29 : 7 yang berkata “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu AKU buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” dan 1 Timotius 2 : 1-2 yang berbunyi “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkan lah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan”, seluruh waktu, tenaga dan sumber daya para jemaat HKBP Bukit Datuk dipersembahkan bagi kemuliaan Allah Bapa Tuhan Yesus hari itu.

    Diawali penaikan bendera merah putih, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan pelepasan balon, acara dilanjutkan dengan senam bersama “Punguan Lansia (kelompok lansia)” di halaman gereja, Jl. Melur Kelurahan Ratu Sima.

    Senam bersama para lansia jadi momentum para para opung-opung (kakek-kakek) ini meregangkan otot-otot yang selama ini kaku, maklum tubuh mereka sudah jarang aktif melakukan gerakan senam. Hmmmmm..

    Seketika suasana sukacita dan ceria terbangun. Wajah kegirangan terpancar dari raut wajah para pensiunan ini dan jemaat.

    Usai makan bersama, ragam perlombaan bagi anak-anak Sekolah Minggu, perlombaan bagi para “Parompuan (kaum ibu)”, perlombaan bagi “Ama (kaum bapak)” serta remaja atau “Naposobulung” menambah semarak kemerdekaan.

    Ratusan jemaat yang di gembalakan Pdt. Sartono Simanungkalit. S.Th., itu larut dalam suasana berbeda dari hari-hari lainnya.

    Kegiatan hari itu ditutup dengan doa oleh Pdt. Sartono Simanungkalit, S.Th., setelah pembagian hadiah.

    Adapun para Parhalado dan jemaat yang terlibat dalam kegiatan diantaranya; St. A. Sitompul & team, St. O. Purba & Perwakilan Sektor, Regina br. Manurung, Inang Petra br. Silitonga, St. H. Situmeang dan Annes Sitanggang.

    “Lewat kesempatan ini, kami jemaat HKBP Bukit mengucapkan selamat HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Doa dan harapan kami agar Indonesia semakin maju, sejahtera dan semakin diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus. Terima kasih kepada pemerintah, baik tingkat pusat, provinsi hingga pemko yang telah membangun dan merawat bangsa ini ditengah-tengah ragam kemajemukan suku, bangsa, budaya dan agama”, ucap D.P Situmeang tersenyum mewakili Pdt. Sartono Simanungkalit.

    Untuk diketahui, thema HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini adalah “Bersatu, Berjuang, dan Membangun”.

    *(ES)

  • Kunjungan Staf Khusus ATR/BPN Jadi Momentum, Ketua DPH HPMM Desak Pemkab dan DPRD Rohil Segera Sahkan Perda Masyarakat Hukum Adat

    Kunjungan Staf Khusus ATR/BPN Jadi Momentum, Ketua DPH HPMM Desak Pemkab dan DPRD Rohil Segera Sahkan Perda Masyarakat Hukum Adat

    ROKAN HILIR,http://radarreclasseering.com – Kunjungan Staf Khusus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia, S.H., S.M., M.H., ke Kenegerian Kubu, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, mendapat apresiasi dari Himpunan Pemuda Mahasiswa Melayu (HPMM) Kabupaten Rokan Hilir. Organisasi kepemudaan tersebut menilai kunjungan itu menjadi momentum penting untuk mempercepat lahirnya regulasi daerah mengenai Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) beserta Tanah Ulayat.

    Ketua Dewan Pertimbangan HPMM Kabupaten Rokan Hilir, M. Ilham Ali, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian pemerintah pusat melalui kehadiran Staf Khusus Menteri ATR/BPN di Kenegerian Kubu. Menurutnya, kehadiran tersebut menunjukkan adanya komitmen pemerintah dalam mendorong reforma agraria yang berpihak kepada masyarakat.

    Namun demikian, ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat harus direspons secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan DPRD Kabupaten Rokan Hilir melalui langkah nyata berupa penyusunan dan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) serta Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

    «”Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu Rezka Oktoberia atas kehadirannya di Kenegerian Kubu. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap keberadaan masyarakat hukum adat. Kini saatnya Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan DPRD Rokan Hilir menindaklanjuti semangat tersebut dengan menghadirkan regulasi yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adat dan tanah ulayat,” ujar M. Ilham Ali.»

    Menurutnya, Rokan Hilir sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang serta kekayaan adat dan budaya Melayu sudah sepatutnya memiliki regulasi yang secara khusus mengakui keberadaan masyarakat hukum adat. Regulasi tersebut dinilai penting sebagai dasar hukum dalam melindungi hak-hak tradisional masyarakat sekaligus menjaga kelestarian adat istiadat Melayu di tengah arus pembangunan.

    M. Ilham Ali menambahkan, keberadaan Perda Masyarakat Hukum Adat bukan hanya menyangkut aspek administrasi pertanahan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menjaga identitas budaya, memperkuat kepastian hukum, serta menciptakan iklim pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

    «”Tanah ulayat bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Melayu. Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Kabupaten dan DPRD segera memasukkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat ke dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan hak-hak masyarakat adat,” tegasnya.»

    HPMM Kabupaten Rokan Hilir menilai bahwa perlindungan terhadap masyarakat hukum adat tidak bertentangan dengan pembangunan maupun investasi. Sebaliknya, kepastian hukum melalui regulasi daerah akan menciptakan iklim investasi yang lebih baik karena memberikan kejelasan mengenai hak, kewajiban, serta perlindungan bagi seluruh pihak.

    Melalui momentum kunjungan Staf Khusus Menteri ATR/BPN tersebut, HPMM berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, DPRD, lembaga adat, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat demi mewujudkan pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat serta tanah ulayat di Kabupaten Rokan Hilir.

    Redaksi HPMM Kabupaten Rokan Hilir

    “Menjaga Marwah Melayu, Mengawal Hak Adat, Membangun Negeri.” *(Bakri)

  • Kapolres Asahan Terima Silaturahmi Pengurus Pondok Pesantren Tuan Guru Syekh H. Mustafa B.S. Rokan

    Kapolres Asahan Terima Silaturahmi Pengurus Pondok Pesantren Tuan Guru Syekh H. Mustafa B.S. Rokan

    Asahan,http://Radar Reclasseering.com –

    Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H. menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Pondok Pesantren Tuan Guru Syekh H. Mustafa B.S. Rokan di Mapolres Asahan.

    Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai upaya mempererat hubungan serta menjalin sinergi antara Polres Asahan dengan tokoh agama dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolres Asahan menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan. Menurutnya, “Komunikasi dan kerja sama yang baik dengan para ulama, tokoh agama, serta pengurus pondok pesantren merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kabupaten Asahan,” ujar AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H. Kamis 23/07/3026.

    “Selain mempererat tali silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk bertukar informasi dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di tengah masyarakat,” ungkap Kapolres Asahan.

    Kapolres Asahan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga Polri bersama para tokoh agama dapat berkolaborasi dalam menjaga persatuan, “Memperkuat ukhuwah, dan mewujudkan Kabupaten Asahan yang aman, nyaman, serta kondusif bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Nst)

  • Dorong Sinkronisasi Pusat-Daerah, Regulasi MHA di Rokan Hilir Harus Disegerakan

    Dorong Sinkronisasi Pusat-Daerah, Regulasi MHA di Rokan Hilir Harus Disegerakan

    Rokan Hilir, 14 Juli 2026,http://radarreclasseering.com – Sinkronisasi regulasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci utama dalam menyelamatkan eksistensi masyarakat adat di Rokan Hilir. Pemangku Adat Melayu Kenegerian Kubu, Zuhaifi, ST Encik Wira Siak, bersama Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Melayu (HPMM) Rokan Hilir, Muhammad Bakri, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir untuk segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hilir merumuskan Peraturan Daerah (Perda) tentang Masyarakat Hukum Adat (MHA). Langkah ini dinilai sebagai hal krusial yang harus disegerakan dan tidak boleh ditunda lagi.

    Desakan ini disampaikan seiring dengan momentum penting di tingkat atas. Saat ini, Pemerintah Provinsi Riau sedang intensif melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang MHA. Di waktu yang bersamaan, Pemerintah Pusat dan DPR RI juga tengah mematangkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Hukum Adat.

    Menurut Zuhaifi, gerak cepat di tingkat pusat dan provinsi harus segera direspons secara taktis oleh Pemkab dan DPRD Rokan Hilir melalui regulasi lokal. Tanpa adanya aturan di tingkat kabupaten, hak-hak konstitusional masyarakat adat di Rokan Hilir terancam kehilangan momentum pengakuan hukum.

    “Kabupaten Rokan Hilir tidak boleh menjadi mata rantai yang terputus dalam sinkronisasi hukum ini. Ketika pusat dan provinsi menyiapkan payung hukum besar, eksekusi riil untuk pengakuan subjek dan objek adat itu berada di tingkat kabupaten. Instrumen Perbup atau Perda lokal adalah kunci utamanya,” ujar Zuhaifi, ST Encik Wira Siak.

    Secura hukum tata negara, Perbup atau Perda kabupaten merupakan syarat mutlak yang berfungsi sebagai dasar pembentukan Panitia Masyarakat Hukum Adat untuk melakukan identifikasi, verifikasi, dan penetapan wilayah ulayat secara spesifik. Tanpa adanya aturan lokal tersebut, masyarakat adat di Rokan Hilir—termasuk di Kenegerian Kubu—akan terus kesulitan mendapatkan legalitas formal atas tanah adat dan hutan ulayat mereka.

    Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum HPMM Rokan Hilir, Muhammad Bakri, menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa Melayu Rokan Hilir siap berdiri di garis depan untuk mengawal hak-hak masyarakat adat. Menurutnya, pembiaran terhadap kekosongan hukum lokal ini adalah bentuk pengabaian terhadap masa depan daerah.

    “Kami dari garis perjuangan pemuda dan mahasiswa Melayu menegaskan bahwa regulasi MHA ini bukan sekadar romantisasi masa lalu, melainkan benteng masa depan generasi muda Rokan Hilir. Jika hari ini Pemkab dan DPRD Rohil lambat bergerak, maka di masa depan kami para pemuda hanya akan menjadi penonton di atas tanah leluhur kami yang habis tereksploitasi tanpa kepastian hukum adat,” tegas Muhammad Bakri.

    Lebih lanjut, Zuhaifi dan Bakri sepakat bahwa absennya regulasi lokal selama ini menjadi pemicu utama langgengnya konflik agraria antara komunitas adat dengan korporasi besar di sektor perkebunan dan kehutanan. Pengesahan Perbup dan Perda MHA dipercaya akan menjadi tameng perlindungan bagi hak ekologis masyarakat lokal sekaligus memberikan kepastian hukum yang berkeadilan.

    “Ini bukan lagi sekadar urusan administrasi, melainkan pemenuhan hak asasi, ruang hidup, dan perlindungan identitas budaya yang sudah hidup ratusan tahun di Rokan Hilir sebelum negara ini berdiri. Pemerintah daerah dan legislatif harus satu visi dengan pusat dan provinsi untuk menyelamatkan masyarakat adatnya sendiri,” tambah mereka.

    Masyarakat adat beserta aliansi pemuda dan mahasiswa Melayu Rokan Hilir kini mendesak Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Rokan Hilir untuk segera memasukkan Ranperda MHA ke dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) prioritas. Di sisi lain, Bupati Rokan Hilir juga didorong untuk segera mengeluarkan Peraturan Bupati sebagai langkah taktis yang cepat sembari menunggu proses legislasi di DPRD rampung. *(Bak/ES)

  • Penyelesaian Perselisihan Melalui Adat, Dua Belah Pihak Sepakat Berdamai di Balai Adat Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu

    Penyelesaian Perselisihan Melalui Adat, Dua Belah Pihak Sepakat Berdamai di Balai Adat Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu

    ROKAN HILIR,http://radarreclasseering.com – Penyelesaian Perselisihan secara damai melalui musyawarah di Balai Adat Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu, Kecamatan Kubu Babussalam, kembali menjadi bukti kuatnya peran adat dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan sosial di tengah masyarakat.

    Perselisihan yang sebelumnya telah dilaporkan kepada pihak kepolisian tersebut akhirnya berhasil diselesaikan melalui jalur adat setelah dilakukan mediasi oleh para pemangku adat Kenegerian Kubu. Upaya perdamaian dipimpin oleh Pemangku Adat Kenegerian Kubu bergelar Encik Wira Siak Zuhaifi, ST, bersama Kepala Suku Melayu Hambaraja Kenegerian Kubu, Kh. H. Widiarto Kamalul Matwafa, serta sejumlah pemangku adat lainnya.

    Dalam proses penyelesaian tersebut, kedua belah pihak dipertemukan dalam musyawarah adat yang berlangsung di Balai Adat Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu pada Minggu malam (12/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah melalui pembahasan dan pertimbangan adat, pihak korban menyatakan kesediaannya untuk berdamai melalui mekanisme hukum adat yang berlaku.

    Prosesi perdamaian dilaksanakan secara adat Melayu dengan ritual menyorong tepak dan tepuk tepung tawar sebagai simbol berakhirnya perselisihan serta kembalinya hubungan baik antara kedua belah pihak.

    Penyelesaian melalui adat tersebut juga mencerminkan penerapan prinsip keadilan restoratif (restorative justice), yang mengedepankan musyawarah, pemulihan hubungan sosial, dan penyelesaian masalah secara damai tanpa menghilangkan rasa keadilan bagi para pihak yang terlibat.

    Hadir dalam kegiatan perdamaian tersebut keluarga dari kedua belah pihak, Pemangku Adat Kenegerian Kubu bergelar Encik Wira Siak Zuhaifi, ST, Kepala Suku Melayu Hambaraja Kenegerian Kubu Kh. H. Widiarto Kamalul Matwafa, Penghulu Suku Melayu Bebas Kenegerian Kubu Cit Wan, para pemangku adat Kenegerian Kubu, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau yang sedang melaksanakan pengabdian di Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri.

    Para tokoh adat berharap penyelesaian melalui musyawarah dan kearifan lokal seperti ini dapat terus menjadi sarana menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis di tengah masyarakat. *(RZ/ES)

  • Pemerintah Kabupaten Asahan Peringati Tahun Baru Islam 1448 H

    Pemerintah Kabupaten Asahan Peringati Tahun Baru Islam 1448 H

    Asahan,http://radarreclasseering.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran, Senin (29/06/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Asahan, Wakil Bupati Asahan, Kajari Asahan, Kapolres Asahan, Dandim 0208/Asahan, dan Danlanal TBA, Al-Ustadz, para Asisten, OPD, Camat se-Kabupaten Asahan, ASN di Lingkungan Pemkab Asahan, Ketua dan Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, serta jemaah pengajian.

    Dalam sambutannya, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, M.Si mengucapkan atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1448 H kepada seluruh masyarakat. Bupati Asahan, berharap momentum tahun baru ini membawa berkah dan menjadi awal yang baik untuk mewujudkan harapan daerah.

    “Semoga di Tahun Baru Islam ini Allah SWT memberikan rahmat dan berkahnya kepada kita semua, sehingga kita dapat mewujudkan apa yang kita harapkan. Kita harus terus meningkatkan keimanan kepada Allah SWT,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Bupati juga mengajak seluruh jemaah dan masyarakat Asahan untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah) terkait amal ibadah yang telah diperbuat selama ini. “Mari kita mengoreksi diri kita, sejauh mana amal ibadah kita kepada Allah SWT. Semoga di tahun ini, kita semua dapat meningkatkan kualitas amal ibadah kita,” tambahnya.

    Di akhir sambutannya, Bupati Asahan menyampaikan harapannya agar Kabupaten Asahan senantiasa aman, damai, dan sejahtera. Ia juga berharap Asahan dapat tumbuh menjadi daerah yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang baik, subur, makmur, dan mendapat ampunan Tuhan), serta selalu dalam kondisi tertib dan terkendali berlandaskan rasa persatuan dan kesatuan.

    Sementara itu, Al-Ustadz H. Abdul Latif Khan dalam tausiyah keagamaan yang disampaikannya mengajak para jemaah untuk memperbanyak rasa sabar dan senantiasa berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan. “Yakinlah senantiasa kepada Allah SWT. Karena apabila kita yakin Allah bersama kita, maka Allah akan selalu menyertai, melindungi, serta memberikan petunjuk-Nya kepada kita dalam setiap langkah,” pesan Al-Ustadz dalam ceramahnya.

    *(Sof/ES)