SURABAYA,http://radarreclasseering.com -Manajemen tempat hiburan malam Casbar yang berlokasi di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno (Merr), Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya, angkat bicara terkait polemik kebisingan yang dikeluhkan warga sekitar. Pihak manajemen mengklaim telah melakukan berbagai upaya teknis maupun mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Tim Legal Casbar, Mulyanto Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya sangat kooperatif dalam merespons keluhan warga. Ia menyebut, manajemen bahkan telah memberikan uang kompensasi sebesar Rp12 juta kepada salah satu warga yang terdampak langsung.
“Kami pada prinsipnya siap mengikuti proses mediasi, termasuk rencana pertemuan yang akan difasilitasi oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Bapak Armuji,” ujar Mulyanto.
Langkah Teknis Peredaman Suara
Secara teknis, Mulyanto menjelaskan bahwa Casbar telah merombak sistem peredam suara di seluruh sisi bangunan hingga bagian atap dengan material berlapis. Namun, ia menyayangkan adanya penolakan dari sebagian warga saat manajemen hendak melakukan uji kebisingan secara ilmiah.
Senada dengan itu, Humas Casbar, Sandy Reppy, mengungkapkan bahwa tuntutan sebagian warga saat ini adalah penutupan total operasional. Padahal, pihaknya telah melakukan perbaikan signifikan, termasuk mengurangi penggunaan subwoofer demi meminimalisir getaran.
“Jarak antara tembok lounge dengan permukiman sekitar lima meter. Kami sudah pasang peredam berlapis. Kami bahkan menawarkan solusi untuk memasangkan peredam di rumah warga dengan biaya dari kami, atau menghadirkan ahli untuk mengukur batas baku mutu suara, tapi tawaran itu belum direspons positif,” jelas Sandy.
Izin Operasional Lengkap
Terkait legalitas, Sandy menjamin bahwa Casbar telah mengantongi izin resmi yang telah diverifikasi oleh berbagai instansi terkait, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baik di tingkat kota maupun provinsi.
Mengenai kabar kunjungan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang sempat ramai di media sosial, manajemen mengaku masih menunggu konfirmasi resmi dan berharap ada jalan tengah yang saling menguntungkan.
“Kami ingin hidup berdampingan dengan warga secara harmonis. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin melalui mediasi yang damai,” pungkasnya. *(Rhy)
Casbar Surabaya Buka Suara Soal Keluhan Kebisingan: Klaim Sudah Maksimal hingga Beri Kompensasi ke Warga









