Gara-gara Unggahan Status WhatsApp, Siswa Salah Satu SMP Swasta di Kawasan Surabaya Utara Jadi Korban Bullying, Dikeroyok 4 Orang Teman Beda Kelas

Surabaya,http://radarreclasseering.com

Tindakan Bullying kembali lagi terjadi menimpa anak didik salah satu Sekolah Menengah Pertama Swasta di Kawasan Surabaya Utara. Siswa tersebut sebut saja RA, Usia 15 Tahun, Kelas VIII B SMP Swasta “X”, dikeroyok 4 teman/siswa beda kelas pelaku Bullying, dan 2 siswa Saksi dari luar lingkungan sekolah atau beda sekolahan pada Rabu, 15 April 2026.

Anak pasangan Udin dan Farida yang juga warga Lebak Jaya – Surabaya ini dikeroyok dan dipukuli karena unggahan Status WhatsApp dua hari yang lalu dimana Korban RA mengunggah gambar j*ri t*ngah di lingkungan toilet sekolahnya dengan menunjuk tulisan kelas lain. Hal tersebut memicu emosi beberapa siswa kelas yang ditunjuk. Sehingga siswa yang emosi tersebut memprovokasi teman-teman kelasnya untuk memberi pelajaran buat Korban.

Sehari setelah Status WhatsApp j*ri t*ngah tersebut diunggah Korban, Siswa yang merasa kelasnya dilecehkan mencari keberadaan Korban. Saat korban akan diberikan pelajaran oleh Kelas VIII D lainnya di jalanan dekat sekolah, mereka masih belum dapat kesempatan untuk memberikan pelajaran pada korban karena jalanan kondisi ramai.

Hingga akhirnya pada Rabu malam sekitar Pukul 18.30 WIB. Melalui pesan WhatsApp, menurut keterangan Farida selaku Ibu Korban, ada teman (belum diketahui identitasnya) mengundang Korban RA untuk belajar bersama di rumah teman lainnya. Menurut keterangan yang dihimpun, ternyata Siswa teman dari Kelas VIII D sebanyak 4 orang serta 2 orang Anak Siswa dari sekolah lain sudah menunggu di salah satu jalan di Jalan Setro V A, Kelurahan Gading, Korban dibawa ke jalanan sepi. Kemudian 4 Siswa Kelas VIII D dengan emosi memukuli kepala korban bergantian. Sedangkan 2 Siswa dari luar Sekolahan RA tidak ikut memukul hanya melihat korban dipukuli oleh 4 Siswa yang satu sekolahan dengan Korban RA.

Tak puas dipukuli di Jalan Setro V A, korban kemudian dibawa ke Jalan Dukuh Setro VII A. Disana kembali korban dipukul pada bagian Kepala belakang dan wajah bagian depan hingga mata Korban RA terjadi pendarahan. Korban juga dipukuli pada bagian tubuh/badan oleh 4 orang anak tersebut.

Sekitar Pukul 20.30 WIB, Korban RA akhirnya dilepas dan dibiarkan pulang dengan ancaman tidak boleh bilang ke orang tuanya kalau Korban FA habis dipukuli. Korban FA disuruh bercerita kalau korban habis jatuh dari sepedanya.

Mengetahui kondisi anaknya yang tidak wajar, Udin yang juga ayah Korban RA mencoba membujuk anaknya untuk bicara terus terang tentang apa yang barusan terjadi. pada awalnya Korban RA mengaku hanya jatuh dari sepeda bersama teman-temannya. Setelah didesak, korban memberi tahu kepada ayahnya kalau dirinya habis dipukuli 4 orang Siswa beda Kelas disaksikan 2 orang siswa beda sekolahan.

Tidak menunggu lama, setelah berkoordinasi dengan keluarga besar, orang tua korban didampingi Penasihat Hukumnya yakni Brilliant Ifana Mukti, langsung membawa Korban RA ke Mapolsek Tambaksari. Sesampai di Mapolsek Tambaksari, Orang tua Korban diarahkan untuk membuat Laporan Polisi di Mapolrestabes Surabaya dengan membawa kelengkapan administrasinya dalam hal ini Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran.

Ruang Resmob Mapolsek Tambaksari

Sesampai di Mapolrestabes Surabaya, Korban RA langsung ditangani oleh Penyidik Piket Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Hingga berita ini diturunkan, Korban FA masih dalam proses Pemeriksaan Unit PPA Polrestabes Surabaya dan belum dilakukan pengambilan Visum oleh Pihak Penyidik ke Rumah Sakit rujukan.

Sedangkan 4 Anak pelaku Bullying serta 2 Anak yang menyaksikan kejadian penganiayaan Identitasnya belum dirilis oleh Pihak Penyidik maupun Korban.

(MaS/Raf/Dim)

 

 

Let’s Joint Us Guys…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *