Ditengah Ancaman Teror, Negara Pastikan Keselamatan Warga: 4 Lagi Korban Kekerasan di Pegunungan Bintang Berhasil Dievakuasi

PEGUNUNGAN BINTANG, Papua,http://radarreclasseering.com – Di tengah suasana duka dan ketakutan yang masih menyelimuti wilayah Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, harapan kembali hadir. Empat orang warga sipil yang terjebak pasca aksi kekerasan kejam kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, akhirnya berhasil ditarik keluar dari zona bahaya oleh personel Koops TNI Habema pada Selasa (26/5/2026).

Keempat warga yang kini bernapas lega itu adalah Yudisthira D. Mudina, Wahyudi, Marjuna Antore, dan Nataniel Tandukalu. Mereka diselamatkan menggunakan perahu long boat dan tiba dengan selamat di Pelabuhan Iwot, Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, setelah menempuh perjalanan di tengah situasi keamanan yang masih sangat mencekam. Keberhasilan ini menambah jumlah warga yang terselamatkan menjadi 48 pendulang emas dan lima pengemudi perahu, yang semuanya kini berada di bawah perlindungan aparat.

Aksi penyelamatan ini dilakukan tak lama setelah insiden memilukan yang merenggut nyawa 11 warga sipil. Di saat ketidakpastian melanda, kehadiran personel TNI menjadi satu-satunya jaminan keamanan bagi warga yang ingin menyelamatkan diri dari ancaman teror. Setibanya di titik aman, para korban langsung mendapatkan perhatian medis dan pendataan lengkap guna memulihkan kondisi fisik maupun mental mereka pasca peristiwa traumatis tersebut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar tugas militer, melainkan tanggung jawab negara untuk melindungi warganya, apa pun latar belakang pekerjaan mereka.

“Kami terus memperketat patroli dan pengamanan di wilayah rawan. Tujuannya satu: memastikan tidak ada lagi gangguan keamanan, tidak ada lagi nyawa warga yang melayang karena tindakan kejam kelompok bersenjata. Negara hadir untuk melindungi,” ujar Letkol Wirya.

Namun di balik keberhasilan evakuasi ini, pihaknya juga menyisipkan pesan penting demi keselamatan jangka panjang masyarakat. Mengingat lokasi kejadian merupakan kawasan pertambangan tanpa izin, aparat mengingatkan kembali risiko besar yang ditanggung warga saat beraktivitas di sana. Selain melanggar aturan, aktivitas tersebut dinilai menjadi pemicu utama konflik dan sasaran empuk gangguan keamanan.

“Kami imbau masyarakat agar tidak lagi beraktivitas di tambang ilegal. Keselamatan nyawa jauh lebih berharga. Wilayah tersebut rawan dan berisiko tinggi menjadi sasaran aksi teror. Kami ingin warga aman, damai, dan sejahtera, dan hal itu dimulai dengan menjauhkan diri dari lokasi yang berbahaya dan bertentangan dengan aturan,” tambahnya.

Saat ini, pengejaran terhadap kelompok yang bertanggung jawab atas pembantaian warga sipil tersebut masih terus digencarkan. Koops TNI Habema berkomitmen tak akan berhenti sebelum keamanan benar-benar pulih dan pelaku pertanggungjawabkan. Bagi masyarakat Pegunungan Bintang, keberhasilan evakuasi ini adalah bukti nyata: meski ancaman masih ada, perlindungan negara tak pernah absen.

(WHY/SBE)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *