PURWOREJO,http://radarreclasseering.com – Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia mengenang lahirnya kesadaran bersatu melalui berdirinya Budi Utomo tahun 1908, tonggak awal perlawanan melawan keterbelakangan dan penjajahan. Lebih dari satu abad berlalu, perjuangan fisik telah usai, namun semangat kebangkitan itu kini harus dijawab dengan tantangan zaman yang berbeda: kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan bersama. Di Kabupaten Purworejo, nilai ini hidup dan berjalan beriringan dengan cita-cita besar daerah: Purworejo Berseri, menuju masyarakat yang berdaya saing, sejahtera, dan bangga akan identitasnya.
Dulu, kebangkitan bermula dari kesadaran bahwa nasib bangsa tidak boleh digantungkan pada kekuatan asing. Kini, makna itu berubah menjadi keyakinan bahwa kemajuan hanya bisa diraih jika kita bergerak dari kekuatan sendiri, bekerja sama, dan membangun dari akar paling bawah . Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Purworejo terus menerjemahkan semangat itu lewat langkah nyata: membangun pelayanan publik yang ramah, menjamin perlindungan anak, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga mendorong ekonomi kreatif dan potensi lokal. Semua ini bukan sekadar program kerja, tapi wujud kebangkitan melawan ketertinggalan dan ketimpangan.
Pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda, pengawasan ketat tempat penitipan anak, hingga pemberangkatan jemaah haji dengan layanan maksimal, semuanya memiliki satu benang merah: membangun manusia Purworejo yang utuh, berkarakter, dan berdaya guna. Seperti pesan yang sering disampaikan, Purworejo tidak hanya ingin maju secara fisik, tetapi juga tumbuh dalam nilai, etika, dan budaya gotong royong—nilai yang sama yang dipegang para pendiri bangsa dulu .
Melihat ke tingkat nasional, Indonesia berdiri di persimpangan besar menuju 2045, seratus tahun kemerdekaan. Tantangannya jauh lebih kompleks: persaingan teknologi, kedaulatan data, ketahanan pangan, hingga tantangan persatuan di tengah arus informasi yang deras. Di sini, semangat kebangkitan harus dimaknai sebagai kemampuan berpikir kritis, berinovasi, dan tetap bersatu meski beragam. Kebangkitan masa kini bukan lagi melawan penjajah, melawan kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan yang datang dari dalam maupun luar.
Purworejo sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia, menempatkan dirinya sebagai bagian dari solusi. Daerah ini bertekad mencetak generasi muda yang cerdas dan berintegritas, menjaga lingkungan yang aman dan nyaman, serta mengangkat potensi lokal agar ikut menggerakkan roda ekonomi nasional. Kebangkitan Purworejo adalah cermin kecil dari kebangkitan Indonesia: bergerak dari bawah, bekerja nyata, dan berjuang demi kemajuan bersama.
Momen 20 Mei ini mengingatkan kita: kebangkitan bukanlah peristiwa sejarah yang selesai, melainkan proses yang harus terus hidup. Di Purworejo maupun di seluruh Indonesia, kita dipanggil untuk tidak sekadar mengenang masa lalu, tetapi menanamkan semangat itu ke dalam setiap langkah hari ini. Bangkit berarti berani berubah, berani bekerja lebih baik, dan berani memastikan bahwa cita-cita kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat, dari Sabang sampai Merauke, hingga ke pelosok Purworejo.
(SBE/AS)












