BANJARNEGARA, RADARRECLASSEERING.com – Kolaborasi antara kebudayaan, para seniman, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta promosi produk unggulan daerah menjadi bagian penting dalam semarak Dieng Culture Festival (DCF).
Festival ini tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga membuka ruang promosi bagi produk-produk lokal UMKM Banjarnegara untuk dikenal lebih luas. Jum’at, (28/8/2026).
Salah satu potensi yang turut mendapat perhatian adalah Kopi Dieng, produk unggulan dari kawasan dataran tinggi yang terus menunjukkan perkembangan kualitas dan daya saing.
Melalui berbagai festival kopi dan ajang promosi, Kopi Dieng semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produk kebanggaan Banjarnegara, bahkan berhasil menorehkan prestasi hingga masuk jajaran juara di tingkat nasional.
Kolaborasi ini mempertemukan berbagai elemen, mulai dari seniman, budayawan, pelaku UMKM, komunitas kreatif, pelaku pariwisata hingga pemerintah, dalam satu semangat untuk mengangkat identitas dan potensi daerah Ucap Bupati saat wawancara dengan para jurnalis.
Festival budaya menjadi ruang strategis bagi seniman untuk menampilkan karya dan kreativitas, sekaligus menjadi momentum promosi produk UMKM.
Festival Kopi Banjarnegara pun diharapkan semakin memperkenalkan karakter dan cita rasa khas Kopi Dieng kepada masyarakat yang lebih luas.
“Budaya adalah identitas, seni adalah ekspresi, UMKM adalah kekuatan ekonomi masyarakat.
Ketika semuanya dikolaborasikan, maka sebuah festival bukan hanya menjadi tontonan, tetapi menjadi gerakan untuk memajukan daerah”
Keberhasilan Kopi Dieng meraih pengakuan dalam ajang tingkat nasional menjadi bukti bahwa produk lokal Banjarnegara memiliki potensi besar untuk bersaing.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi para petani kopi, pelaku UMKM, roastery, barista, dan seluruh pelaku industri kopi untuk terus meningkatkan kualitas dari hulu hingga hilir.
DCF menjadi momentum kolaborasi yang mempertemukan kebudayaan dengan ekonomi kreatif.
Wisatawan yang datang tidak hanya disuguhi keindahan alam dan tradisi Dieng, tetapi juga diperkenalkan dengan karya para seniman serta produk unggulan UMKM, termasuk kekayaan cita rasa Kopi Dieng Banjarnegara.
Dengan sinergi dan kolaborasi berkelanjutan, kebudayaan akan tetap lestari, seniman memiliki ruang berekspresi, UMKM semakin berkembang,
dan produk lokal Banjarnegara semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.
“Dari Dieng untuk Indonesia: Merawat Budaya, Menghidupkan Seni, Menguatkan UMKM, dan Mengharumkan Kopi Banjarnegara,” pungkas Bupati dr Amalia Desiana.
(Ugl/One)








