Integritas Tanpa Batas Peran Strategis Perempuan Sebagai Penjaga Gawang Antikorupsi

Jakarta, Radarreclasseering.com – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam mendorong integritas dan transparansi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak hanya relevan dalam isu kesetaraan gender, tetapi juga sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat yang bebas dari korupsi.

Perempuan dipandang berada di posisi krusial sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun dunia kerja. Nilai kejujuran, keberanian, serta kepedulian sosial yang ditanamkan dan dipraktikkan perempuan menjadi pondasi penting dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini.

“Pemberantasan korupsi bukan semata tanggung jawab lembaga penegak hukum, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks ini, perempuan memegang kendali melalui pendidikan, advokasi, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan KPK, Rabu (22/4/2026).

Integritas Harus Dijaga Konsisten

Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menekankan bahwa integritas harus dimulai dari diri sendiri dan dijaga secara konsisten di mana pun berada. Ia meyakini, integritas seorang pemimpin akan menjadi contoh bagi orang-orang di sekitarnya.

“Sebagai pimpinan perempuan, saya meyakini integritas pemimpin akan tercermin dan menjadi contoh bagi timnya. Namun, tantangan menjaga integritas tidak hanya hadir di lingkungan kerja. Tantangan sesungguhnya sering muncul di rumah maupun ruang sosial lainnya. Di situlah integritas benar-benar diuji,” ujar Yuyuk.

“Ketika kita konsisten antara apa yang diyakini, diucapkan, dan dilakukan, maka integritas akan tetap terjaga,” imbuhnya.

Senada, Direktur Jejaring Pendidikan (Jardik) KPK, Dian Novianti, menegaskan integritas merupakan komitmen yang dijalankan setiap waktu. Bagi Dian, integritas berarti melakukan hal-hal yang benar meskipun tidak ada yang melihat.

“Menjaga integritas adalah komitmen 24 jam, tujuh hari dalam seminggu. Integritas harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan konsistensi perilaku,” ucap Dian.

Kartini Masa Kini: Berani Menolak Korupsi

Seniman Widi Mulia turut menyampaikan pandangannya dalam Podcast Kanal KPK. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Kartini tetap hidup dan relevan hingga kini. Kartini masa kini, menurut Widi, adalah perempuan yang berani berbagi akses dan menolak segala bentuk praktik korupsi.

“Menjadi Kartini bukan soal menjadi sempurna, melainkan keberanian berkontribusi dan menjaga integritas dalam setiap peran. Integritas dibentuk sejak lingkup paling dasar, yakni keluarga. Nilai kejujuran dan tanggung jawab yang ditanamkan sejak dini akan membangun karakter antikorupsi,” tutur Widi.

Melalui momentum ini, KPK mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih adil, transparan, dan bebas korupsi. Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti informasi lebih lanjut terkait peringatan Hari Kartini melalui kanal digital resmi KPK.

 

(Bayu/One).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *