MEDAN, RADARRECLASSEERING.com – Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra, menanggapi kritik masyarakat terkait tarif tiket masuk Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang dinilai terlalu mahal. Ia menegaskan seluruh masukan dan kritik akan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara.
PRSU ke-50 yang berlangsung sejak 3 Juli 2026 menetapkan harga tiket masuk sebesar Rp35.000 pada hari kerja dan Rp75.000 pada akhir pekan. Kebijakan tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat, termasuk melalui media sosial, yang menilai tarif tersebut cukup memberatkan.
Ferry mengatakan penyelenggaraan PRSU tahun ini merupakan bagian dari upaya mentransformasi pesta rakyat terbesar di Sumatera Utara agar memiliki konsep yang lebih baik dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, pro dan kontra merupakan hal yang wajar dalam proses pembaruan.
Ia menjelaskan pelaksanaan PRSU tidak menggunakan dana APBD, melainkan didukung melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Karena itu, “Penyelenggara berupaya menghadirkan konsep acara yang lebih menarik, termasuk memberi ruang lebih luas kepada komunitas lokal untuk tampil selama penyelenggaraan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan mengenai tarif parkir, Ferry menyebut pengelolaan area parkir di dalam kawasan PRSU dilakukan oleh penyelenggara, sedangkan parkir di luar area melibatkan masyarakat sekitar. “Pengelolaan tersebut, katanya, tetap dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP agar tarif parkir tidak memberatkan pengunjung,” ucap Ferry.
Ferry berharap masyarakat tetap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan PRSU yang sempat vakum selama dua tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi juga diharapkan berkembang menjadi ajang promosi, pameran, dan penggerak ekonomi daerah.
“Meski belum memastikan adanya penurunan harga tiket, Ferry membuka peluang lahirnya program-program khusus yang dapat meringankan beban pengunjung selama PRSU masih berlangsung hingga 2 Agustus 2026. Ia menegaskan tujuan penyelenggaraan bukan semata-mata mencari keuntungan, melainkan memperkenalkan potensi dan kemajuan Sumatera, Utara kepada masyarakat luas,” harapan Ferry. (Nst)








