Jakarta, Radarreclasseering.com – Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Kabacadnas Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lema memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fandasi Perdamaian Dunia” di Lapangan Kemhan, Jakarta Senin, (1/6/2026).
Dalam mandat Ketua Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, yang dibacakan oleh Kabinet Menteri, menekankan bahwa nilai luhur Pancasila sangat relevan dalam menjaga integritas nasional serta menjadi landasan moral di tengah dinamika geopolitik global.
“Lebih dari sekadar upacara tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala di jiwa setiap warga Indonesia,”kata Ketua BPIP dalam pesannya yang dibacakan oleh Kabacadnas.
Dalam mandat tersebut, Ketua BPIP juga menekankan pentingnya peran aktif Indonesia dalam diplomasi dunia dan pengiriman pasukan penjaga perdamaian PBB sebagai perwujudan nyata dari sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup sehingga keharmonisan bangsa tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Selanjutnya, Kabacadnas juga membacakan amanat Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, yang secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada 16 perwira Kementerian Pertahanan yang telah menyelesaikan masa tugas penuh, terdiri dari 7 personel TNI dan 9 personel PNS, termasuk dua perwira yang telah meninggal dunia.
“Atas nama Kementerian Pertahanan, saya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas saya,”kata Menteri dalam pesannya yang disampaikan oleh Kemhan Kabacadnas.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh jajaran Kementerian Pertahanan diingatkan untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas pertahanan.
Semangat kerja sama timbal balik, keadilan sosial, dan persatuan yang terkandung dalam Pancasila diharapkan dapat memperkuat soliditas lembaga serta menjadi landasan dalam membangun sistem pertahanan yang kuat.
(Bayu/Penerangan Sersan Jenderal Kemhan)









