Purworejo, Radarreclasseering.com – Di tanah Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis, 14 Juli tahun 2016, lahirlah sebuah organisasi yang menjadi jembatan persaudaraan bagi seluruh warga daerah ini. Organisasi tersebut adalah Pakurejo atau Paguyuban Keluarga Purworejo.
Keberadaan Pakurejo tidak lepas dari visi dan kerja keras tiga tokoh yang dikenal sebagai “Tiga Serangkai”. Mereka adalah Susanto, Bambang Kasino, dan Hartati Sri Wuryandari SH. Ketiga sosok inilah yang menjadi penggerak awal dan fondasi kuat berdirinya paguyuban ini hingga kini berkembang pesat dengan ribuan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.
Ide pendirian Pakurejo muncul dari keprihatinan dan keinginan kuat untuk merajut kembali tali persaudaraan yang mungkin mulai renggang di tengah kesibukan zaman modern. Susanto, Bambang Kasino, dan Hartati Sri Wuryandari SH menyadari bahwa kekuatan sebuah daerah terletak pada persatuan warganya.
Nama “Pakurejo” sendiri memiliki makna mendalam, yaitu **Awal Kerukunan Yang Makmur*. Dengan semangat gotong royong dan nilai-nilai kekeluargaan, mereka bertiga bersepakat mendirikan wadah yang tidak hanya mempertemukan orang-orang Purworejo, tetapi juga menjadi sarana untuk saling mendukung, berbagi, dan memajukan daerah tercinta.
Keberhasilan Pakurejo berdiri dan berkembang hingga saat ini tidak terlepas dari peran strategis masing-masing pendiri yang saling melengkapi.
Susanto berperan sebagai pemikir dan perencana yang visioner. Beliau meletakkan dasar-dasar organisasi serta arah tujuan yang jelas agar Pakurejo dapat bermanfaat bagi banyak orang. Beliau juga dikenal sebagai inisiator utama yang memiliki gagasan brilian untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat Purworejo.
Bambang Kasino membawa sentuhan budaya dan seni yang kental. Sebagai seorang seniman, beliau berperan besar dalam memperkenalkan, melestarikan, dan menghidupkan kembali seni budaya khas Purworejo, sehingga identitas daerah tetap terjaga dan dikenal luas. Beliau juga pencipta lagu “Mars Pakurejo” yang menjadi lagu kebanggaan seluruh anggota.
Hartati Sri Wuryandari SH, hadir dengan manajemen dalam mengelola organisasi, serta keahlian di bidang hukum untuk memastikan legalitas dan tata kelola yang baik. Beliau juga berperan besar menjaga suasana kekeluargaan tetap hangat dan harmonis di tengah perbedaan latar belakang anggota.
Kombinasi pemikiran, tenaga, dan hati dari ketiga tokoh inilah yang menjadikan Pakurejo tumbuh menjadi organisasi yang solid dan dipercaya.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, tongkat estafet kepemimpinan Pakurejo kini dilanjutkan oleh Eko Priyono, SE. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya, beliau berkomitmen untuk melanjutkan visi dan misi yang telah diletakkan oleh para pendiri.
Di bawah kepemimpinannya, Pakurejo terus berupaya memperluas jaringan, meningkatkan kegiatan yang bermanfaat bagi anggota, serta semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah Purworejo. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga semangat kekeluargaan dan gotong royong sebagai nilai utama organisasi.
Hingga kini, semangat yang ditanamkan oleh Susanto, Bambang Kasino, dan Hartati Sri Wuryandari SH terus hidup. Pakurejo bukan sekadar nama organisasi, melainkan simbol dari satu keluarga besar Purworejo yang rukun, sejahtera, dan maju bersama.
(SBE)










