Banjarnegara, Radarreclasseering.com – Jum’at (5/6/2026) Minuman berbahan dasar bubuk teh hijau asal Jepang, matcha, semakin diminati masyarakat di Banjarnegara.
Popularitasnya tidak hanya menunjukkan perubahan tren konsumsi minuman, tetapi juga mencerminkan bagaimana budaya kuliner Jepang dapat diterima dan beradaptasi dengan selera masyarakat lokal.
Hal tersebut terlihat dari hasil survei yang dilakukan terhadap 25 responden di Banjarnegara.
Sebanyak 92 persen responden mengetahui bahwa matcha berasal dari Jepang, sementara seluruh responden menilai matcha merupakan salah satu contoh masuknya budaya kuliner Jepang ke Indonesia.
Tia, pengelola Matchaboy cabang Banjarnegara, mengatakan dirinya mulai mengenal matcha ketika minuman tersebut mulai populer di kalangan masyarakat.
Sebelumnya, ia lebih mengenal green tea sebelum mengetahui bahwa matcha merupakan produk khas Jepang yang memiliki karakteristik berbeda.
“Awalnya saya lebih mengenal green tea.
Setelah mencari informasi lebih lanjut, saya mengetahui bahwa matcha berasal dari Jepang dan memiliki bentuk bubuk hijau dengan karakter yang berbeda,”ujarnya dalam wawancara.
Menurut Tia, sebelum menghadirkan menu berbahan dasar matcha kepada konsumen, ia terlebih dahulu mencoba berbagai produk untuk memahami cita rasa yang ditawarkan.
Langkah tersebut dilakukan agar produk yang disajikan tetap mempertahankan karakter khas matcha sekaligus sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.
Proses adaptasi tersebut terlihat dari berbagai varian menu yang kini berkembang.
Jika di Jepang matcha umumnya dinikmati dalam bentuk yang lebih sederhana, di Indonesia minuman ini hadir dalam berbagai kreasi yang disesuaikan dengan preferensi konsumen.
“Matcha menjadi pilihan lain selain kopi.
Jadi orang-orang yang tidak suka kopi tetap memiliki alternatif minuman yang bisa dinikmati,”kata Tia.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai masyarakat Indonesia menerima matcha dengan baik.
Selain itu, hampir seluruh responden berpendapat bahwa makanan dan minuman dapat menjadi sarana pertukaran budaya antarnegara.
Kehadiran matcha di Banjarnegara menjadi salah satu contoh bagaimana budaya kuliner Jepang dapat diterima dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Melalui berbagai penyesuaian rasa dan penyajian, matcha tidak hanya hadir sebagai minuman populer, tetapi juga menjadi wujud pertukaran budaya yang memperkaya keberagaman kuliner di Indonesia.
Penulis Mahasiswa Shesi Al Khaseda, Kaisar Markus Ely Rotasouw
(Red/One)









