Purworejo,http://radarreclasseering.com – Deburan ombak Pantai Dewaruci berpadu riuh ribuan warga yang berdesakan menyaksikan puncak Merti Jaladri Jatimalang, Senin (6/7/2026). Bagi para nelayan dan warga pesisir, momen pelarungan 80 tumpeng serta gunungan hasil bumi ini bukan sekadar acara tahunan, melainkan perwujudan doa tulus untuk laut yang memberi mereka nafkah sepanjang tahun.
Selain upacara pelarungan tumpeng dan gunungan hasil bumi yang sarat makna rasa syukur dan penghormatan pada alam, rangkaian kegiatan selama tiga hari ini juga dirancang untuk memberdayakan masyarakat. Mulai dari pameran UMKM, pembagian bibit tanaman, hingga berbagai lomba dan pentas seni menjadi wadah bagi warga untuk berkreasi sekaligus membuka peluang usaha baru.
Kegembiraan warga semakin terasa saat Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi beserta jajaran pejabat daerah lainnya hadir berbaur dalam keramaian. Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi mendalam atas keteguhan warga menjaga tradisi ini. “Semoga para nelayan senantiasa selamat dan diberkahi saat melaut,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara ini Kepala Kejaksaan Negeri Purworejo Widi Trismono, Anggota DPRD Provinsi Muhammad Hajar Zainudin, Anggota DPRD Kabupaten Awan Yoga Kurniawan, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Lebih dari sekadar upacara, Merti Jaladri kini menjadi jalan bagi warga untuk memperbaiki taraf hidup. Dukungan pemerintah, kolaborasi dengan Desa Jatimalang, serta kehadiran Koperasi Nelayan Merah Putih menjadi harapan baru agar hasil laut yang melimpah juga berbanding lurus dengan kesejahteraan keluarga nelayan.
Kepala Desa Jatimalang Suwarto menjelaskan, tumpeng yang dilarung adalah tanda hormat pada keseimbangan alam, sedangkan tumpeng yang diperebutkan melambangkan kebersamaan berbagi berkah. Selama tiga hari perayaan, warga juga menikmati berbagai hiburan mulai dari pameran UMKM, pembagian bibit, hingga wayang kulit semalam suntuk.
(SBE/AS)











