Purworejo, Radarreclasseering.com – Lebih dari sekadar keberangkatan mengikuti ajang kompetisi, keberhasilan empat kelompok Barung Pramuka Siaga yang akan mewakili Kabupaten Purworejo ke tingkat provinsi menyimpan kisah tentang bibit-bibit unggul yang tumbuh dari akar pendidikan dasar di daerah ini. Di balik kesiapan kontingen yang berjumlah 32 anak tersebut, terlihat jelas bagaimana sekolah-sekolah dasar di wilayah Loano, Kutoarjo, hingga Bayan menjadi lahan subur pembentukan karakter dan bakat sejak usia dini.
Pada Rabu (13/5/2026), rombongan kontingen Pesta Siaga Kwartir Cabang (Kwarcab) Purworejo diterima langsung oleh Bupati sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab), Yuli Hastuti SH, di Pringgitan Rumah Dinas Bupati. Momen ini bukan sekadar permohonan doa restu, melainkan bukti nyata bahwa pembinaan Pramuka di tingkat dasar Purworejo berjalan efektif dan mampu melahirkan kualitas yang siap bersaing.
Keempat Barung yang membawa nama Purworejo ini adalah pemenang utama ajang tingkat kabupaten yang telah digelar sebelumnya. Keunggulan kualitas terlihat dari dominasi dua sekolah dasar yang menjadi pusat prestasi: SD Negeri Sedayu, Kecamatan Loano, yang menyapu bersih Juara I untuk kategori Putra maupun Putri; disusul SD Negeri 1 Kutoarjo (Juara II Putra) dan SD Negeri Pekutan, Kecamatan Bayan (Juara II Putri). Fakta ini menunjukkan bahwa potensi Pramuka Siaga di Purworejo tersebar merata, baik di wilayah utara, tengah, maupun selatan kabupaten.
Bupati Yuli Hastuti mengapresiasi capaian ini bukan hanya sebagai kemampuan bertanding, melainkan sebagai indikator tumbuhnya karakter generasi muda Purworejo. “Prestasi ini adalah modal awal. Yang terpenting adalah karakter yang terbentuk: ceria, berani, dan berbakti. Ini yang akan menjadi bekal mereka ke depan, jauh lebih berharga daripada sekadar piala,” ujar Yuli Hastuti, yang juga menekankan peran strategis Gerakan Pramuka sebagai mitra pendidikan formal di sekolah.
Dalam pesannya, Bupati juga menyoroti peran krusial para pembina. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan anak-anak di Semarang nanti sangat bergantung pada pendampingan, arahan, dan bimbingan para pendidik yang mendampingi mereka. “Jangan biarkan mereka berjuang sendiri. Kehadiran bapak dan ibu pembina adalah semangat terbesar bagi anak-anak ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kontingen, Drs H Tamsir Marsudi Utomo MM, menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi kontingen Purworejo di tingkat provinsi nanti tentu jauh lebih berat. Ajang Pesta Siaga Kwarda Jawa Tengah akan digelar selama dua hari, mulai 16 hingga 17 Mei 2026 di Bumi Perkemahan Candra Birawa, Gunungpati, Semarang. Di sana, 32 anak terbaik ini akan berhadapan dengan peserta unggulan dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
“Kami sadar persaingan di tingkat provinsi sangat ketat. Namun kami optimis, pembinaan intensif yang telah kami lakukan sejak tingkat cabang dan kualitas anak-anak dari SD Sedayu, SD 1 Kutoarjo, dan SD Pekutan mampu bersaing,” ungkap Tamsir.
Keberangkatan kontingen ini menjadi harapan baru bagi Purworejo. Masyarakat menaruh harap besar, bukan hanya agar anak-anak ini pulang membawa penghargaan, tetapi juga agar mereka dapat membawa nama Purworejo dikenal sebagai kabupaten yang serius mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi sejak usia dini. Semangat ini pula yang diharapkan dapat menular dan memacu sekolah-sekolah lain untuk semakin aktif mengembangkan kegiatan kepramukaan di lingkungannya masing-masing.
(SBE)









