Harmoni Jari-Jemari Muda: Lukisan Siswa Purworejo Bercerita di Ruang Kesenian

PURWOREJO,http://radarreclasseering.com – Di antara ratusan kanvas yang berjejer rapi di Gedung Kesenian WR Soepratman, ada lebih dari sekadar goresan warna dan bentuk. Ada impian, pandangan dunia, dan kegembiraan anak-anak Purworejo yang terbungkus rapi dalam ajang Student Painting Exhibition #2 bertajuk Harmoni dalam Karya. Selama tiga hari, 29 hingga 31 Mei 2026, ruang ini berubah menjadi panggung di mana suara generasi muda berbicara lewat seni.

Pameran ini bukan sekadar agenda tahunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) bekerja sama dengan Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Purworejo. Bagi para pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Purworejo yang karyanya dipajang, ini adalah momen berharga: saat imajinasi mereka yang selama ini tersimpan di buku sketsa atau ruang kelas, akhirnya berhak mendapatkan tempat terpandang dan disaksikan banyak orang.

Suasana haru dan bangga terasa kental saat Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Raja Thifal Mazaya Izzati SIKom, berkeliling menelusuri setiap sudut pameran. Wabup Dion tak sekadar menilai, tetapi benar-benar menyelami makna di balik setiap karya. Ia melihat keberanian dan kematangan berpikir yang tersembunyi di balik goresan tangan anak-anak ini.

“Bukan tidak mungkin, dari sini lahir nama-nama besar pelukis yang akan mengharumkan nama Purworejo di kancah yang lebih luas,” ujar Dion, yang seolah membaca potensi masa depan dari setiap kanvas yang dilihatnya. Baginya, karya-karya ini adalah bukti nyata bahwa Purworejo menyimpan bakat seni yang luar biasa, yang hanya butuh satu hal: ruang untuk tumbuh.

Pesan utama pameran ini pun jelas: seni bukan sekadar hobi, melainkan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Kepala Dindikbud, Yudhie Agung Prihatno SSTP MM, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen daerah untuk membangun karakter melalui seni.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan rasa dan kecintaan terhadap budaya sejak dini. Pameran ini adalah bukti bahwa kreativitas mereka dihargai, didengar, dan didukung sepenuhnya,” kata Yudhie.

Beragam tema, teknik, dan gaya yang ditampilkan menjadi bukti keberagaman cara anak-anak melihat dunia. Ada yang melukis keindahan alam, ada yang mengangkat kearifan lokal, hingga yang menuangkan harapan dan cita-cita mereka. Semuanya menyatu dalam satu harmoni: kebanggaan menjadi bagian dari Purworejo.

Lebih dari sekadar ajang pamer, kegiatan ini menjadi fondasi ekosistem kesenian yang kian kokoh di daerah ini. Ketika masyarakat datang melihat, mengapresiasi, dan mendukung, mereka turut serta menanam benih-benih seni yang kelak akan tumbuh menjadi kebanggaan bersama.

Di akhir pameran, satu pesan tersisa yang paling berharga: di Purworejo, setiap goresan karya anak bangsa memiliki arti, dan setiap mimpi seniman muda berhak mendapatkan panggungnya sendiri.
(SBE/AS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *