GOMBONG, Radarreclasseering.com – Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro, Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., MM, M.Han., OCFRA., secara resmi menutup Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri (Dikmata IF) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan dan pelantikan dilaksanakan secara khidmat di Lapangan Upacara Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam IV/Diponegoro, Gombong, pada Jumat (22/5/2026).
Melalui prosesi tersebut, sebanyak 762 prajurit muda resmi dilantik dan diangkat menjadi prajurit TNI Angkatan Darat dengan pangkat Prajurit Dua (Prada). Di bawah kepemimpinan Komandan Rindam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Hindratno Devidanto, SE, MM, M.Han., lembaga pendidikan ini kembali sukses mencetak kader-kader terbaik yang siap menjadi garda terdepan bangsa. Pada kesempatan itu, predikat lulusan terbaik berhasil diraih oleh Prada Ibanezta Bagus Satriaji, putra daerah asal Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Saat membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., Kasdam IV/Diponegoro menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan masa pendidikan intensif selama dua bulan lamanya. Keberhasilan ini menjadi tonggak awal perjalanan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara, sekaligus menandai perubahan status dari warga sipil menjadi prajurit militer.
“Pencapaian ini adalah buah dari kegigihan, kedisiplinan, dan kerja keras kalian semua, yang tentunya tidak lepas dari dukungan serta doa tulus keluarga dan orang tua tercinta,” tegas Kasdam.
Selama mengikuti pendidikan, para prajurit telah ditempa dengan berbagai materi teori maupun praktik kemiliteran yang menguji fisik, mental, serta moral. Mereka dibentuk dan ditempa hingga memiliki jati diri prajurit TNI AD yang tangguh, ulet, dan profesional, yang senantiasa berlandaskan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI. Berbagai kemampuan dasar seperti menembak, bela diri militer, berenang, hingga taktik pertempuran telah melekat sebagai bekal dan identitas baru mereka.
Dalam amanatnya, Kasad juga menekankan bahwa kehadiran para prajurit muda ini memiliki makna strategis guna memperkuat unsur Pembangunan Teritorial di lingkungan Batalyon. Mereka diproyeksikan menjadi tulang punggung satuan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, di mana seorang prajurit tidak hanya dituntut siap berperang, tetapi juga mampu hadir mengatasi kesulitan rakyat serta berperan aktif mendukung pembangunan di wilayah penugasan.
Dengan berakhirnya masa pendidikan dan pelantikan ini, ke-762 prajurit muda tersebut kini siap menjalankan tugas dan amanah baru sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, serta Tentara Profesional yang menjadi kekuatan utama TNI Angkatan Darat.
(One/Penpas)









