Kediri, Radarreclasseering.com – Pertemuan audensi antara warga Dusun Ngatup dengan pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, berlangsung lancar dan berakhir dengan hasil yang memuaskan pada Selasa (13/5/2026) sekira pukul 15.30 WIB. Kegiatan ini turut dihadiri Babinkamtibmas, Babinsa, serta anggota Intel Polres Kediri untuk menjaga keamanan dan kelancaran diskusi.
Ketua Komda Harbaktian Kabupaten Kediri dari YJPRSA LRI hadir dalam pertemuan ini selaku perwakilan warga, guna menyampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan masyarakat terkait pengelolaan serta penerimaan tenaga relawan di dapur tersebut.
Poin utama keluhan yang disampaikan antara lain ketidakmerataan penempatan tenaga kerja. Warga menyoroti adanya satu orang yang menduduki dua posisi pekerjaan sekaligus, yakni di bagian persiapan makanan dan bagian pencucian peralatan masak (ompreng). Selain itu, muncul dugaan adanya praktik penerimaan relawan yang didasari hubungan kekeluargaan atau “titipan”, di mana satu keluarga besar ditempatkan bekerja di lokasi yang sama.
Warga juga menuntut agar penerimaan relawan dilakukan secara adil, merata, dan memprioritaskan warga asli Dusun Ngatup. Masukan lain yang disampaikan adalah agar tidak menerima pasangan suami istri bekerja di bagian yang sama, khususnya di bagian pencucian peralatan, demi mencegah potensi masalah di lingkungan kerja.
Menanggapi hal tersebut, Bapak Andika selaku penanggung jawab/pengelola Dapur MBG menyampaikan rasa terima kasih atas seluruh masukan dan keluhan yang telah disampaikan warga. Ia menegaskan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih atas segala masukan dari warga Ngatup. Seluruh hal yang disampaikan, mulai dari penerimaan hingga penempatan relawan, akan kami kaji ulang secara menyeluruh. Kami berharap dapur ini dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif. Segala solusi terbaik akan kami cari demi menjaga keharmonisan dan ketertiban di wilayah Dusun Ngatup, Desa Kambingan ini,” ujar Andika.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan bahwa pihak pengelola akan segera meninjau kembali sistem penerimaan dan penempatan relawan, agar keberadaan Dapur MBG dapat memberikan manfaat maksimal sekaligus keadilan bagi seluruh masyarakat sekitar. (Red)









