Perekrutan Tenaga Kerja Dapur MBG di Kediri Jadi Polemik, Warga Siap Gelar Aksi Damai

KEDIRI,http://radarreclasseering.com – Keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) program Presiden Prabowo Subianto yang dibangun di Dusun Ngatup RT 002 RW 002, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini menuai kekecewaan dan protes keras dari warga sekitar. Isu yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa dalam penunjukan dan perekrutan relawan serta tenaga pengelola, pihak pengelola justru lebih banyak merekrut orang dari luar daerah, bukan warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi proyek strategis tersebut.

Merasa hak dan kepentingan mereka diabaikan, Yayasan Jiwa Pelopor Reclasseering Suhada Abadi – Lembaga Reclasseering Indonesia (YJPRSA-LRI) Komda Kabupaten Kediri berinisiatif menampung aspirasi warga dan merencanakan melakukan aksi damai.

Sebagai langkah awal sebelum melakukan aksi damai bersama warga pihak organisasi akan melayangkan surat pemberitahuan permohonan audensi dahulu pada Senin,11/5/26 kepada Kapolres Kediri agar kegiatan audensi baik rencana aksi damai mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisan.

Ada dua poin utama yang menjadi fokus tuntutan dan rencana aksi warga Dusun Ngatup desa Kambingan kecamatan Pagu kabupaten Kediri. Pertama, warga menolak tegas penunjukan relawan maupun tenaga kerja yang berasal dari luar daerah dan bukan warga sekitar lokasi. Kedua, warga menuntut agar sistem pengelolaan dan seluruh proses perekrutan sumber daya manusia di dapur tersebut memprioritaskan warga lokal setempat.

Ketua Komda YJPRSA-LRI Kabupaten Kediri, Harbaktian, menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata mewakili aspirasi masyarakat yang merasa kecewa dan dirugikan. Menurutnya, keberadaan program strategis nasional seperti MBG seharusnya membawa dampak ekonomi dan kesejahteraan langsung bagi warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi pembangunan dapur.

“Kami akan menyampaikan surat audensi untuk mendapatkan kepastian. Warga kecewa, karena yang diangkat jadi relawan dan tenaga kerja banyak orang luar, bukan mereka yang tinggal di sini. Program ini harusnya bermanfaat langsung untuk masyarakat sekitar,” tegas Harbaktian.

Warga berharap aspirasi ini didengar oleh pihak berwenang maupun pengelola pusat program Makan Bergizi Gratis, agar niat baik pemerintah untuk menyejahterakan rakyat juga dirasakan dampak nyatanya oleh masyarakat di Desa Kambingan dan sekitarnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait protes dan rencana aksi damai tersebut.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *