JAKARTA, RADARRECLASSEERING.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, secara resmi menutup Program Pendidikan dan Pelatihan Master Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Desa Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Jum’at (31/7/2026).
Kegiatan ini merupakan manifestasi nyata komitmen pemerintah untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul guna mendukung program prioritas nasional di sektor ekonomi publik.
Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2026.
Sebanyak 33.785 peserta dari seluruh Indonesia dinyatakan lulus.
Para peserta telah mengikuti pelatihan intensif selama satu setengah bulan yang menggabungkan tiga puluh hari materi pertahanan nasional dan lima belas hari keterampilan manajerial untuk membentuk disiplin dan integritas yang kuat.
Dalam mandatnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan menekankan peran penting para lulusan sebagai ujung tombak pembangunan di daerah pedesaan dan pesisir.
“Oleh karena itu, saya berharap kalian mampu mendorong pembangunan dengan integritas, kemampuan beradaptasi, dan profesionalisme, serta mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia bisnis, dan semua pemangku kepentingan,”kata Letnan Jenderal TNI Tri Budi di hadapan puluhan ribu peserta.
Pendidikan ini juga terbukti inklusif dengan memberikan kesempatan yang sama bagi semua elemen bangsa tanpa terkecuali.
Komitmen tersebut tercermin dalam partisipasi aktif peserta penyandang disabilitas dari Medan, Muhammad Aulia Ansori.
Lulusan Magister Perikanan yang mengikuti pelatihan penjaminan mutu ini sangat mengapresiasi pendekatan humanis para peserta pelatihan yang selalu memberikan penyesuaian dalam aktivitas fisik selama periode pendidikan.
Pada sesi konferensi pers setelah upacara, Sekretaris Jenderal kamp menambahkan bahwa semua talenta muda ini akan segera dikembalikan ke wilayah masing-masing untuk menunggu tahap panggilan tugas. Proses penempatan operasional selanjutnya akan diatur oleh komite pusat bersama dengan lembaga terkait untuk periode penugasan selama dua tahun ke depan.
Berbekal visi nasional dan kapasitas teknis yang memadai, para lulusan kini siap ditugaskan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Rektor Unhan Irjen Kemhan, Ka BPSDM (Han) Kemhan, Sekjen KKP, Komisioner BNSP, Deputi Pembelajaran dan Pengembangan BPJS Ketenagakerjaan, Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Dirut Agrinas Pangan Nusantara, Sekretaris Industri PT Agrinas Jaladri Nusantara, serta pejabat Eselon I dan II Kemanhan.
(Bayu/Penerangan Sersan Jenderal Kemhan)









