Sejarah Hari Jadi Kota Jombang Masih Menjadi Teka-teki, YJPRSA LRI Komda Jombang Bertekad Ungkap Jejak Leluhur  

Jombang, Radarreclasseering.com – Di tengah gemerlap pembangunan dan kemajuan zaman, Kabupaten Jombang ternyata masih menyimpan satu misteri besar yang belum terkuak hingga kini: kapan sebenarnya hari jadi daerah ini ditetapkan? Bagi sebagian besar masyarakat, tanggal berdirinya Jombang masih menjadi tanda tanya besar, konon catatan sejarah yang diwariskan leluhur ternyata menyimpan rahasia yang belum terpecahkan selama berpuluh-puluh tahun.

Kenyataan inilah yang mendorong Yayasan Jurnalis, Peneliti, dan Seniman (YJPRSA) LRI Komda Jombang untuk terus bergerak melakukan penelusuran mendalam. Organisasi ini bertekad menguak tabir sejarah, menggali arti keberadaan, serta asal-usul nama dan berdirinya Kota Santri ini agar tidak terus-menerus menjadi teka-teki di kalangan warga.

Ketua Umum YJPRSA LRI Komda Jombang, Moch. Solichin, mengakui bahwa hingga saat ini, kepastian mengenai hari jadi Jombang belum menemukan titik terang. Berbagai versi cerita rakyat, catatan kuno, hingga dokumen sejarah yang ditemukan masih perlu dikaji ulang dan diverifikasi kebenarannya. Menurutnya, jejak sejarah yang ditinggalkan para pendahulu sesungguhnya sangat berharga, namun sayangnya belum terpetakan secara utuh dan jelas.

“Memang diakui bersama, hingga saat ini hari jadi Kota Jombang masih menjadi hal yang misterius bagi masyarakat kita. Banyak cerita dari para leluhur yang beredar, namun belum ada satu pun yang bisa dijadikan pegangan pasti dan sah. Ada potongan-potongan sejarah yang ada, tapi belum tersusun rapi menjadi satu kesatuan utuh yang menjelaskan kapan dan bagaimana Jombang ini sebenarnya lahir dan mulai berdiri,” ungkap Moch. Solichin saat ditemui, Minggu (17/5/2026).

Menurut Solichin, ketidakpastian ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi identitas daerah. Sebagai wilayah yang kaya akan budaya dan sejarah, sangat penting bagi Jombang untuk memiliki tonggak waktu yang jelas sebagai landasan perjalanan panjangnya hingga menjadi daerah seperti sekarang. Oleh sebab itu, pihaknya menaruh harapan besar kepada tim peneliti dan sejarahwan yang tergabung dalam wadah Reclasseering, yang merupakan bagian dari jaringan kerja organisasinya.

Ia berharap, melalui kerja keras, ketelitian, dan pendekatan ilmiah yang dilakukan tim Reclasseering tersebut, misteri yang selama ini menggantung bisa segera terjawab. Penelusuran ini tidak hanya sekadar mencari tanggal, tetapi lebih jauh lagi menggali makna filosofis, sosial, dan budaya di balik keberadaan Jombang.

“Kami berharap, nanti tim Reclasseering yang kami percayakan ini bisa membuktikan hasil penelitiannya. Kami ingin menemukan data yang otentik, yang nantinya bisa dijadikan dasar penentuan hari jadi Kota Jombang yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya di hadapan publik maupun sejarah,” tegasnya.

Solichin menambahkan, upaya ini adalah bentuk rasa cinta dan bakti terhadap daerah asal. Mengetahui hari berdirinya kota bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah wujud penghormatan tertinggi kepada perjuangan para leluhur yang telah meletakkan batu pertama pembangunan Jombang.

Pihaknya pun mengajak segenap elemen masyarakat, budayawan, pemerhati sejarah, dan generasi muda untuk turut serta mendukung pelacakan sejarah ini. Semakin banyak data, cerita, dan peninggalan yang terhimpun, semakin besar peluang misteri sejarah Jombang ini segera terpecahkan.

“Jangan sampai sejarah daerah kita hilang atau tertukar. Mari kita sama-sama menjaga dan mencari jejak masa lalu, agar nanti hari jadi Jombang yang ditetapkan nanti benar-benar lahir dari fakta sejarah yang nyata dan bisa dibanggakan oleh seluruh warga Jombang, masa kini maupun masa depan,” pungkas Solichin.

(Tim).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *