Banjarnegara, Radarreclasseering.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, melakukan kunjungan kerja ke Balai Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Rabu, (17/6/2026).
Kunjungan ini difokuskan pada agenda Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta meninjau kesiapan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus 3B yang menyasar kelompok prioritas.
“Pada tahun 2025 TPK di sini menjadi yang bagus di tingkat nasional, karena itu saya kunjungi, saya gembira bisa bertemu pahlawan-pahlawan keluarga yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjarnegara ini,” ungkapnya
Menteri Wihaji pun menyampaikan, kunjungannya merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden RI untuk memperbanyak aksi nyata di lapangan, salah satunya memastikan tugas baru TPK yang berkaitan dengan MBG Khusus 3 B, baik distribusi, pengawasan kualitas, validasi sasaran maupun edukasi gizi bagi kelompok penerima manfaat.
“Atas Arahan dan perintah Pak Presiden, jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar. Terjun ke lapangan selesaikan masalah, termasuk memeriksa apakah MBG khusus 3B itu betul-betul sudah terdistribusi di Banjarnegara,”katanya.
Program MBG 3B adalah intervensi gizi yang secara spesifik ditujukan untuk tiga kelompok utama, yaitu Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui)dan Bayi di Bawah Lima Tahun (Balita).
Wihaji menyebutkan, Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang memiliki program makan bergizi khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita, di luar program makan bergizi untuk anak sekolah yang telah ada di 77 negara lain.
“Di Kabupaten Banjarnegara sendiri, sasarannya 23.000 penerima manfaat dengan capaian 8.000 mendapatkan program MBG 3B setiap harinya,” terangnya.
Meskipun distribusi gizi yang dinilai berjalan baik, Wihaji memberikan catatan penting terkait prevalensi stunting di Banjarnegara yang saat ini berada di angka 20,9%, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 19,6%.
ia menjelaskan, stunting atau gagal tumbuh tidak bisa dibudidayakan secara total jika sudah melewati usia 2 tahun, hanya 20% yang bisa diperbaiki.
Sehingga pencegahan sejak Seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat krusial.
“Saya lihat di Banjarnegara ini sumber pangan, sayuran dan air bersih sebenarnya sangat melimpah, namun pola asuh yang kurang tepat membuat anak-anak lebih memilih makanan yang dianggap enak namun kurang bergizi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Wihaji juga mempertimbangkan TPK di Kabupaten Banjarnegara yang terdiri dari kader Posyandu, kader KB dan tenaga kesehatan untuk selalu mendampingi kelompok rentan, seperti calon pengantin, dengan mengedukasi usia pernikahan ideal, yakni 21 tahun untuk perempuan, 25 tahun untuk laki-laki, guna mencegah pernikahan dini yang menjadi salah satu pemicu utama stunting.
Kemudian mendampingi ibu hamil dan ibu menyusui, memastikan asupan gizi masuk dan program MBG 3B benar-benar dikonsumsi oleh target yang bersangkutan, serta memadukan tumbuh kembang Balita dan mengawal kesehatan fisik dan mental generasi muda atau remaja.
Dalam kesempatan ini, Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Mendukbangga serta memberikan apresiasi atas dedikasi para kader TPK di Banjarnegara.
Bupati mengungkapkan kehadiran Menteri merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kemajuan Kabupaten Banjarnegara, khususnya dalam membangun kesejahteraan yang dimulai dari pusat lingkungan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah pencapaian dan tantangan yang sedang dihadapi Kabupaten Banjarnegara, di antaranya, Banjarnegara sebelumnya telah berhasil meraih predikat berprestasi sebagai TPK terbaik nasional dari makalah pada tahun 2025.
Pemerintah daerah juga berkomitmen menekan angka stunting secara drastis demi mewujudkan target zero stunting.
“Kami mohon arahan, masukan, serta dukungan program berkelanjutan dari kementerian agar sinergi pusat dan daerah dapat berjalan optimal demi mewujudkan Banjarnegara yang lebih maju dan sejahtera,”kesimpulannya.
(sdw/Ugl/One)








