Damkar Kediri Evakuasi Dua Ular dari Rumah Warga di Dua Kecamatan Berbeda  

Kediri, Radarreclasseering.com – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri kembali beraksi mengevakuasi dua ekor ular yang masuk ke pemukiman warga. Penanganan dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, dan Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo, pada Kamis (7/5/2026). Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, Jumat (8/5/2026).

Kaleb menyampaikan bahwa kedua proses evakuasi berjalan aman dan lancar, tanpa menimbulkan korban luka maupun kerusakan barang milik warga. “Petugas langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga. Seluruh proses evakuasi berjalan lancar sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Kasus pertama dilaporkan terjadi di rumah Angga, warga RT 07 RW 03, Desa Tugurejo. Laporan disampaikan oleh warga bernama Sony yang melihat keberadaan ular di halaman depan rumah. Menanggapi hal itu, Tim Damkar Pos Grogol berangkat pukul 08.06 WIB dan sampai di lokasi pukul 08.41 WIB.

Dengan menggunakan penjepit khusus dan sarung tangan pelindung, petugas mengamankan ular tersebut. Proses evakuasi tuntas dilakukan pukul 10.42 WIB. Hasil identifikasi menunjukkan hewan tersebut adalah ular jenis python, berukuran panjang sekitar 1,20 meter dengan berat mencapai 5 kilogram.

Belum selesai dari lokasi pertama, petugas kembali menerima laporan serupa dari Desa Ringinrejo. Kali ini, ular ditemukan bersembunyi di dalam lemari pakaian milik Fitria Dewi, warga RT 002 RW 002 Jalan Gelatik. Ular itu diketahui ada saat pemilik rumah hendak mengambil pakaian.

Tim Damkar Pos Ngadiluwih segera berangkat pukul 10.55 WIB dan tiba di lokasi pukul 11.10 WIB. Menggunakan stik penangkap ular dan perlengkapan keamanan, petugas berhasil mengamankan hewan tersebut pukul 12.15 WIB. Ular kedua ini berjenis ular jali, panjang sekitar 1 meter dengan berat 600 gram.

Kaleb mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kediri agar tidak panik namun tetap waspada. Ia meminta warga untuk tidak menangani sendiri jika menemukan ular atau satwa liar berbahaya di lingkungan sekitar rumah, karena berisiko tinggi terkena gigitan.

“Segera hubungi petugas atau layanan darurat agar bisa ditangani dengan aman dan sesuai prosedur. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” pungkasnya.(Red Ty)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *