Jakarta, Radarreclasseering.com – Menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis dan kompleks, peningkatan kapasitas serta pemahaman hukum bagi para pengurus serikat pekerja menjadi kebutuhan mutlak. Berkomitmen mencetak kader yang tangguh, berpengetahuan luas, dan memahami regulasi secara mendalam, Serikat Pekerja Trans Jakarta (SPTJ) di bawah kepemimpinan Jan Oratmangun, sukses menyelenggarakan program strategis bertajuk Sekolah Kader SPTJ.
Serangkaian kegiatan pembinaan yang berlangsung beberapa kali sesi secara daring melalui platform Zoom Meeting, dan pada Sabtu (6/6/2026), mengangkat materi fundamental bernas: “Dasar-Dasar Serikat Pekerja: Fungsi, Hak & Kewajiban Serikat Pekerja”. Agenda ini dirancang khusus untuk memperkuat landasan pengetahuan organisasi agar setiap kader tidak hanya memiliki semangat juang tinggi, tetapi juga memiliki bekal hukum yang kokoh dalam memperjuangkan hak-hak anggotanya.
Menghadirkan Keahlian dan Pengalaman
Untuk memastikan kualitas materi dan kedalaman pembahasan, SPTJ mengundang narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang perburuhan. Hadir sebagai pembicara utama adalah Farida Ariyani, S.T., S.H., seorang Advokat sekaligus Pemerhati Ketenagakerjaan.
Farida dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam memperjuangkan hak pekerja. Ia merupakan mantan Ketua Umum Serikat Pekerja PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (SP PJA) periode 2019–2022, serta salah satu inisiator berdirinya Aliansi Serikat Pekerja BUMD DKI Jakarta pada Oktober 2021 silam. Dalam pemaparannya, ia didampingi langsung oleh Kepala Divisi Advokasi & Litigasi SPTJ, Agung Prayitno. Selama dua setengah jam, kedua pemateri mengupas tuntas berbagai aspek krusial ketenagakerjaan mulai dari dasar hukum hingga penerapannya di lapangan.
Farida Ariyani memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis yang diambil SPTJ. Menurutnya, program kaderisasi semacam ini menjadi tolok ukur kematangan sebuah organisasi.

“Apresiasi dan acungan jempol untuk jajaran pengurus SPTJ di bawah kepemimpinan Pak Jan Oratmangun. Langkah kaderisasi melalui Sekolah Kader ini layak dicontoh oleh organisasi lain. Ini adalah wadah terbaik untuk mempersiapkan mental sekaligus memperdalam pemahaman hukum ketenagakerjaan bagi para kader, agar advokasi yang dilakukan kelak berjalan tepat dan benar,” ujar Farida selepas memimpin sesi pembekalan.
Diskusi Hidup, Bedah Kasus Nyata
Dipandu oleh moderator Edwin, suasana diskusi berlangsung sangat hidup, interaktif, dan penuh antusiasme. Sebanyak 32 peserta yang merupakan kader-kader potensial SPTJ terlihat sangat aktif merespons materi maupun melemparkan pertanyaan. Ruang pertemuan virtual tersebut seketika bertransformasi menjadi forum kajian kasus, di mana para peserta memaparkan dinamika riil, tantangan, serta permasalahan yang mereka temui sehari-hari di lingkungan kerja.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bersifat mendalam dan berbasis fakta lapangan, yang kemudian dibedah bersama oleh narasumber untuk menemukan solusi dan pemahaman hukum yang tepat. Kegiatan yang diinisiasi atas koordinasi tim SPTJ Mas Riswan ini resmi ditutup pada pukul 12.00 WIB, meninggalkan kesan mendalam serta bekal ilmu yang sangat berharga bagi seluruh peserta.
Pondasi Kekuatan: Integritas dan Pengetahuan
Melalui kegiatan ini, ditekankan pesan kunci yang menjadi arah pandang ke depan: tantangan dunia ketenagakerjaan di masa mendatang akan semakin rumit dan membutuhkan kesiapan ekstra. Oleh karena itu, semangat menimba ilmu, kepekaan terhadap isu-isu ketenagakerjaan, serta menjunjung tinggi kejujuran dan integritas, wajib menjadi kompas utama dalam menjalankan roda organisasi.
Sekolah Kader SPTJ tahun ini membuktikan satu hal penting: sebuah serikat pekerja yang kuat dan dihormati tidak hanya dibangun dari besarnya jumlah anggota, melainkan dari kualitas kader yang terdidik, berkarakter, berintegritas, dan siap mengemban amanah mengadvokasi hak-hak pekerja secara profesional dan berlandaskan hukum.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen SPTJ dalam membangun organisasi yang tidak hanya tangguh dalam perjuangan, tetapi juga cerdas dalam pemahaman dan tindakan.(Red)








