LABUHANBATU UTARA,http://radarrecclasering.com – Jagat maya di Bumi Basimpul Kuat Babontuk Elok mendadak heboh menyusul aksi berani emak-emak yang membongkar markas peredaran narkoba secara mandiri. Ironisnya, lokasi sarang barang haram tersebut berada tidak jauh dari Kantor Polsek Kualuh Hulu(26 Juni 2026).
Dalam rekaman video amatir berdurasi sekitar 3 menit yang beredar luas terlihat jelas aktivitas di lokasi tersebut. Para bandar sabu tampak asyik berjudi, lengkap dengan juru tulis (jurtul) transaksi sabu, sementara beberapa orang lainnya tengah asyik mengonsumsi barang haram tersebut tanpa rasa takut.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pidato resmi Kapolres Labuhanbatu yang selama ini kerap menekankan komitmennya untuk bersinergi bersama masyarakat demi memberantas narkoba. Akibat pembiaran ini, publik mulai menduga bahwa slogan sinergi dan komitmen tersebut hanyalah pemanis kata atau “omon-omon” belaka.
Saat dikonfirmasi langsung oleh awak media mengenai keseriusan Polres Labuhanbatu dalam memberantas peredaran narkotika—apakah benar-benar nyata atau sekadar retorika—Kapolres Labuhanbatu memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Viralnya aksi berani emak-emak di Labuhanbatu Utara ini menjadi tamparan keras sekaligus rapot merah bagi aparat penegak hukum setempat. Fenomena ini membuktikan bahwa peredaran sabu di wilayah tersebut bukan lagi rahasia tersembunyi, melainkan sudah kasat mata dan meresahkan.
Salah seorang warga Labura berinisial ASS mengungkapkan kekecewaan mendalamnya atas situasi ini. Ia menyebut peristiwa ini sebagai salah satu potret penegakan hukum terburuk sepanjang sejarah Labura.
“Kami masyarakat awalnya menaruh harapan besar dengan kehadiran Kapolsek baru, Kapolres baru, dan Kasat Narkoba yang baru, sebagai angin segar pemberantasan narkoba di Labura. Namun kenyataannya mereka dinilai gagal dan seolah tutup mata,” ujar ASS dengan nada kecewa.
ASS juga menyoroti lokasi sarang narkoba tersebut yang berada di pusat keramaian kota, bukan di dalam hutan atau semak-semak, serta sangat dekat dengan markas kepolisian sektor.
“Kami berharap Kapolsek Kualuh Hulu tidak hanya melakukan tindakan seremonial seperti membakar barak kosong. Barak itu benda mati, yang kami butuhkan adalah penangkapan para pelakunya. Apa susahnya menangkap nama-nama bandar yang sudah jelas disebut? Ini bukan pertama kalinya wilayah Kampung Baru dan Kampung Toba viral, tapi anehnya para bandar besarnya tidak pernah tersentuh hukum,” pungkas warga dengan penuh tanya dan curiga.
Sampai berita ini diturunkan, masyarakat Labuhanbatu Utara masih menunggu tindakan nyata dan tegas dari aparat kepolisian untuk membersihkan wilayah hukum mereka dari cengkeraman bandar narkoba, bukan sekadar respons diam saat dikonfirmasi.
S.Tim.








