Jombang,http://radarreclasseering.com — Insan pers nasional didorong untuk terus menjaga profesionalisme dan integritas jurnalistik di tengah tantangan industri media yang semakin kompleks. Perubahan pola konsumsi informasi, tekanan ekonomi, serta maraknya informasi tidak terverifikasi menjadi ujian nyata bagi kerja-kerja jurnalistik.
Ketua Umum Lembaga Reclasseering Indonesia -] YJPRSA Moch Sholichin, menyampaikan bahwa insan pers memegang peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Dalam situasi arus informasi yang begitu cepat, prinsip verifikasi dan independensi dinilai tetap menjadi fondasi utama jurnalisme.
“Pers tidak boleh kehilangan jati diri di tengah disrupsi. Kecepatan penting, tetapi akurasi dan keberpihakan pada kepentingan publik jauh lebih utama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/2).
Di sisi lain, kondisi ekonomi media turut memengaruhi keberlangsungan kerja jurnalistik. Sejumlah perusahaan pers menghadapi tantangan keberlanjutan usaha, yang berdampak pada kesejahteraan jurnalis dan kualitas produksi berita.Situasi ini menuntut adaptasi model bisnis tanpa mengorbankan etika pers.
Insan pers di daerah juga menghadapi tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga risiko keselamatan saat menjalankan tugas peliputan. Oleh karena itu, perlindungan terhadap jurnalis dinilai perlu terus diperkuat melalui regulasi dan komitmen semua pihak.
Peringatan Hari Pers Nasional menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk memperkuat solidaritas dan profesionalisme. Pers nasional diharapkan tetap menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi, sekaligus menjadi sumber informasi tepercaya bagi masyarakat.
(SB007)





