Perkuat Kemitraan Pembelajaran, SMPN 2 Jombang Libatkan Wali Murid dan Alumni sebagai Pakar

Jombang,  –SMP Negeri 2 Jombang terus mendorong penguatan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Terbaru, sekolah ini menghadirkan narasumber ahli dari kalangan wali murid dan alumni dalam kegiatan pembelajaran kokurikuler.

Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan materi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja dan Seksualitas (PKRS), yang dinilai penting bagi siswa SMP dalam menghadapi masa transisi menuju remaja.

Dua narasumber dengan latar belakang berkompeten dihadirkan untuk memberikan edukasi komprehensif. Mereka adalah Rika Sri Rahmawati, S.Si.T., MPH, wali murid sekaligus sebagai tenaga ahli kebidanan, serta Ika Kurnia Lestari, M.Psi, alumni SMPN 2 Jombang yang pernah berkiprah sebagai psikolog.

Rika memberikan pemaparan dari sisi medis, khususnya terkait kesehatan reproduksi remaja, perubahan fisik, serta pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi secara tepat dan bertanggung jawab. Sementara itu, Ika menyoroti aspek psikologis, termasuk kesehatan mental, pengelolaan emosi, dan pembentukan batasan perilaku di masa pubertas.

Kepala SMP Negeri 2 Jombang, Etik Nuroidah, menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dan alumni menjadi strategi penting dalam memperkaya pengalaman belajar siswa.

“Kami meyakini pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran wali murid dan alumni sebagai narasumber memberikan nilai tambah karena siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat contoh nyata profesional di dunia kerja,” ujar Etik dalam keterangannya.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan ke depan untuk membekali siswa dengan pengetahuan yang relevan dan aplikatif.

“Dengan pemahaman yang tepat, kami berharap siswa mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan masa depannya,” imbuhnya.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen SMP Negeri 2 Jombang dalam membangun sinergi antara sekolah, orang tua, dan alumni guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan informatif bagi peserta didik. (SB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *