SURABAYA,http://radarreclasseering.com
Ratusan lapak di Pasar Indrakila Surabaya mendadak sepi pada Senin (17/8) lalu.
Hari itu, para pedagang tradisional yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Indrakila (PPPI) Surabaya sepakat mendefinisikan ulang arti kemerdekaan RI ke-81. Bagi mereka, merdeka adalah hak untuk beristirahat dan bertamasya.
Tujuan mereka kali ini adalah Wisata Sumber Maron dan Masjid Tiban di Kabupaten Malang. Langkah ini menjadi pembuktian solidnya ikatan emosional antar-pedagang yang setiap harinya harus bertaruh nasib di pasar tradisional.
Ketua PPPI Surabaya, Hj. Yani, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan.
Liburan menjadi ruang krusial bagi para pedagang yang selama ini menghabiskan waktu tanpa libur demi menafkah keluarga di rumah.”Kekompakan, kerukunan, dan kesolidaritasan adalah kunci bagi kita semua. Pengurus paguyuban hadir untuk membina agar pedagang selalu rukun dan kompak,” tutur Yani, mengenang perjalanan paguyuban yang sebelumnya juga pernah berkunjung ke Yogyakarta dan ziarah Wali Limo.Lebih dari sekadar rekreasi, momentum ini juga menjadi ajang refleksi dan konsolidasi pelaku UMKM.
Yani berharap, kegigihan para pedagang tradisional dalam menggerakkan ekonomi akar rumput ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah.”Kami hanya pedagang kecil yang butuh support dari pemerintah kota. Dukungan nyata mereka adalah energi bagi kami untuk terus bertahan,” tegasnya menutup perbincangan. *(Rhy)









