Kediri, Radarreclasseering.com – Fenomena memalukan dan sangat ironis terjadi di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Pembangunan atau revitalisasi Pasar Ngadiluwih yang menyerap anggaran fantastis hingga puluhan miliaran rupiah justru menuai banyak pertanyaan besar. Pasalnya, hingga saat ini fasilitas tersebut belum bisa berfungsi maksimal dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat luas.
Bahkan yang lebih menyedihkan, kondisi proyek yang mangkrak atau berjalan sangat lambat ini justru menimbulkan kerugian dan gangguan bagi warga. Sudah berbulan-bulan lamanya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat terganggu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Uang rakyat yang seharusnya untuk kemajuan justru menjadi beban.
Merespons kegelisahan masyarakat ini, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bidik Sib Jatim Andik Hariyanto, angkat bicara keras dalam audiensi bersama Komisi III DPR Kabupaten Kediri beberapa waktu yang lalu.
“Kami melihat kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Anggaran sudah kucur besar dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi hasilnya nol besar. Masyarakat tidak bisa menikmati fasilitas, batasan waktu yang semestinya yang sudah ditentukan, malah aktivitas pedagang terusik berbulan-bulan. Ini namanya pemborosan dan ketidakprofesionalan!” tegas Andik dengan nada emosi.
LSM Bidik Sib Jatim juga menyoroti kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kediri sebagai pihak pengelola. Pihaknya telah melayangkan surat resmi secara khusus menuntut kejelasan terkait perubahan kontrak atau Adendum yang disebut-sebut sudah dilakukan sebanyak 7 kali.
“Pertanyaan besar kami, kenapa adendum bisa sampai 7 kali? Apa dasar perubahannya? Ini menunjukkan perencanaan yang sangat buruk dan tidak sistematis sejak awal,” tambahnya.
Tak hanya itu, dugaan adanya kejanggalan juga ditujukan kepada pihak perusahaan perencana yang memenangkan tender di Balai Lelang Kabupaten Kediri. Dinilai perencanaan yang dibuat tidak matang sehingga menyebabkan proyek berjalan seret dan tidak kunjung selesai sesuai target.
“Realisasinya sangat mengecewakan. Uang negara sudah habis, tapi pasar belum bisa beroperasi. Kami meminta pertanggungjawaban total! Siapa yang salah, siapa yang lalai, harus diungkap dan diproses!” seru Andik.
Masyarakat Ngadiluwih kini menuntut kepastian. Kapan pasar megah ini benar-benar bisa digunakan? Dan yang paling penting, siapa yang mau bertanggung jawab atas kerugian waktu dan materi yang sudah dialami warga selama berbulan-bulan ini. Bersambung (Red)










