KMBD dan SATGAS Layangkan Sembilan Surat Audiensi ke Dunia Usaha Dumai

DUMAI, RADARRECLASSEERING.com — Kerukunan Melayu Bersatu Dumai (KMBD) bersama Satuan Tugas (SATGAS) KMBD mulai membangun komunikasi dengan dunia usaha di Kota Dumai.

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, KMBD bersama SATGAS KMBD melayangkan sembilan surat permohonan audiensi dan silaturahmi kepada sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kota Dumai.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KMBD membuka ruang komunikasi dan kemitraan antara dunia usaha dengan masyarakat tempatan, khususnya masyarakat Melayu Dumai.

Ketua Harian KMBD, Chandra Abdul Ghani, S.H., mengatakan, pengiriman sembilan surat tersebut merupakan langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih konstruktif dengan dunia usaha.

“Hari ini KMBD bersama SATGAS KMBD telah melayangkan sembilan surat permohonan audiensi kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Dumai. Kita sedang mengetuk pintu komunikasi. Harapannya, dari komunikasi itu terbuka ruang sinergi, kemitraan dan peluang yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Melayu Dumai.”

Dalam surat audiensi tersebut, KMBD menyampaikan sejumlah agenda yang ingin dibicarakan bersama perusahaan, antara lain penjajakan peluang kemitraan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan pelaku usaha lokal, peningkatan sumber daya manusia serta pengembangan kerja sama secara profesional dan berkelanjutan.

Melayu Dumai Jangan Hanya Menjadi Penonton

Chandra menegaskan, perkembangan Dumai sebagai kota industri harus dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat tempatan.

“Saatnya Melayu Dumai tumbuh bersama kemajuan kota ini. Kita tidak ingin masyarakat hanya berdiri di pinggir dan melihat perkembangan berlangsung di depan mata. Masyarakat kita harus semakin kuat, semakin siap dan semakin mampu mengambil bagian dalam peluang-peluang yang lahir dari kemajuan Dumai.”

Menurut Chandra, KMBD tidak memosisikan dunia usaha sebagai pihak yang harus dihadapi, melainkan sebagai mitra yang perlu diajak membangun komunikasi secara terbuka dan bermartabat.

Karena itu, pendekatan yang dipilih KMBD adalah silaturahmi, dialog dan kemitraan.

“Kita tidak datang membawa tuntutan ataupun memaksakan kehendak. Kita datang membawa niat baik. Kita ingin duduk bersama, membuka komunikasi dan mencari titik temu tentang apa yang bisa dilakukan secara bersama-sama untuk masyarakat.”

Ia menambahkan, setiap bentuk kerja sama nantinya tetap harus menghormati mekanisme, kebijakan dan ketentuan internal masing-masing perusahaan.

Audiensi Diharapkan Berujung pada Manfaat Nyata

Chandra menegaskan, audiensi tidak boleh berhenti pada pertemuan formal atau sekadar dokumentasi.

Menurutnya, komunikasi yang dibangun harus memiliki arah dan, jika memungkinkan, berkembang menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kalau hanya bertemu, duduk, kemudian berfoto, itu belum cukup. Komunikasi harus memiliki arah. Kita ingin melihat peluang pemberdayaan ekonomi, penguatan pelaku usaha lokal, peningkatan sumber daya manusia, kesempatan bagi generasi muda, serta bentuk-bentuk kemitraan lain yang memungkinkan.”

Ia menyebut masyarakat Melayu Dumai memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Tantangannya adalah mempertemukan potensi tersebut dengan peluang yang tersedia.

“KMBD ingin menjadi jembatan. Kalau selama ini peluang dan masyarakat belum bertemu, kita coba mempertemukannya. Kalau komunikasi belum terbuka, kita bantu membuka jalannya. Tetapi masyarakat kita sendiri juga harus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri.”

KMBD-SATGAS Ajak Masyarakat Mendukung Program

Chandra juga mengajak masyarakat Melayu Dumai memberikan dukungan terhadap langkah yang dilakukan KMBD bersama SATGAS KMBD.

Menurutnya, keberadaan organisasi akan semakin kuat apabila program yang dijalankan mendapat kepercayaan dan dukungan masyarakat.

“Ini bukan program untuk kepentingan satu atau dua orang. Program KMBD bersama SATGAS KMBD harus kita arahkan kepada kepentingan masyarakat. Karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat Melayu Dumai.”

Ia berharap tokoh adat, tokoh masyarakat, alim ulama, generasi muda, pengusaha lokal, kalangan profesional serta berbagai unsur masyarakat dapat memberikan pemikiran dan dukungan.

“KMBD harus menjadi rumah yang besar. Kalau kita memiliki tujuan yang sama untuk menguatkan masyarakat Melayu Dumai, maka perbedaan-perbedaan kecil jangan sampai membuat kita kehilangan tujuan yang lebih besar.”

SATGAS KMBD Siap Mendukung dan Mengawal Program

Sementara itu, Komandan SATGAS KMBD, Indra Pahlebi, menyatakan kesiapan jajarannya mendukung program KMBD yang ditujukan bagi kepentingan masyarakat.

Indra mengatakan SATGAS KMBD tidak hanya bertugas menjaga kekompakan internal, tetapi juga siap mendukung pelaksanaan program organisasi agar berjalan tertib dan sesuai tujuan.

“SATGAS KMBD siap bergerak bersama. Kita akan mendukung dan mengawal setiap program KMBD yang tujuannya jelas untuk kepentingan masyarakat Melayu Dumai.”

Menurut Indra, SATGAS KMBD akan mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi dan silaturahmi dalam menjalankan perannya.

“SATGAS bukan hadir untuk menciptakan gesekan. Kita hadir untuk menjaga kekompakan, membantu organisasi dan menjadi bagian dari solusi. Kita ingin membangun hubungan yang baik dengan semua pihak.”

Indra juga menilai generasi muda Melayu Dumai perlu mendapat perhatian dalam agenda pemberdayaan ke depan.

“Anak muda Melayu harus dipersiapkan. Mereka harus punya keterampilan, pendidikan, keberanian berusaha dan kemampuan bersaing. Kalau peluang datang, generasi kita harus siap mengambilnya.”

Dunia Usaha dan Masyarakat Diharapkan Tumbuh Bersama

Bagi KMBD, pertumbuhan dunia usaha dan kemajuan masyarakat merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan.

Chandra mengatakan, hubungan antara perusahaan dan masyarakat membutuhkan pola komunikasi yang saling menghargai dan memberikan manfaat sesuai dengan kapasitas serta ketentuan masing-masing pihak.

“Perusahaan berkembang tentu kita dukung. Investasi masuk dan ekonomi Dumai tumbuh juga harus kita syukuri. Tetapi kita berharap kemajuan itu berjalan berdampingan dengan kemajuan masyarakat tempatan. Dunia usaha maju, masyarakat juga harus bertumbuh.”

Menurutnya, audiensi yang diupayakan KMBD bukan sekadar kunjungan kelembagaan, tetapi menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan menjajaki kemungkinan sinergi antara dunia usaha dengan masyarakat.

Sembilan Surat Menjadi Langkah Awal

Chandra menegaskan, sembilan surat audiensi yang dilayangkan pada Kamis (1/10/2026) baru merupakan langkah awal.

KMBD bersama SATGAS KMBD selanjutnya akan melihat respons dari masing-masing perusahaan sebelum menentukan langkah dan program lanjutan.

“Sembilan surat ini baru langkah awal. Kita mengetuk pintu dengan cara yang baik. Insyaallah ketika pintu komunikasi terbuka, kita bisa duduk bersama dan membicarakan apa yang memungkinkan untuk dilakukan.”

Ia berharap langkah tersebut dapat dipandang sebagai upaya membangun hubungan yang sehat antara masyarakat dan dunia usaha.

“Kami tidak menjanjikan sesuatu secara berlebihan kepada masyarakat. Yang kami lakukan hari ini adalah membuka jalan. Kita bangun komunikasi terlebih dahulu, kemudian kita perjuangkan peluang-peluang yang realistis dan dapat memberi manfaat.”

Bergerak untuk Memperkuat Masyarakat Melayu Dumai

Chandra menegaskan, ukuran keberhasilan KMBD bukan semata-mata seberapa sering organisasi tampil di ruang publik, melainkan sejauh mana keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita bergerak bukan sekadar agar nama KMBD terdengar. Kita bergerak agar masyarakat Melayu Dumai semakin kuat—ekonominya, pendidikannya, sumber daya manusianya dan persatuannya.”

Ia kembali mengajak masyarakat menjaga kebersamaan dan mendukung langkah KMBD bersama SATGAS KMBD.

“Mari kita jaga kebersamaan. KMBD dan SATGAS KMBD tidak bisa berjalan sendiri. Kekuatan terbesar kita adalah dukungan masyarakat. Hari ini kita mulai mengetuk pintu dunia usaha. Harapan kita satu: kemajuan Dumai harus berjalan bersama kemajuan masyarakat Melayu Dumai.”

Senada dengan itu, Indra Pahlebi menegaskan kesiapan SATGAS KMBD untuk mendukung organisasi dan masyarakat.

“Kita jaga marwah organisasi, kita jaga kekompakan dan kita kawal program ini dengan baik. SATGAS KMBD siap bergerak bersama untuk masyarakat Melayu Dumai.”

Dengan dilayangkannya sembilan surat audiensi tersebut, KMBD bersama SATGAS KMBD mulai membangun jembatan komunikasi dengan dunia usaha di Kota Dumai.

Langkah selanjutnya akan bergantung pada respons perusahaan dan hasil komunikasi yang terbangun. KMBD berharap ruang dialog tersebut dapat berkembang menjadi kemitraan yang membuka peluang bagi masyarakat Melayu Dumai untuk semakin berdaya dan mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi Kota Dumai.

Edo Y — Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *