Jombang, Radarreclasseeing.com – Kegiatan kajian kitab klasik kembali digiatkan sebagai upaya memperkuat pembentukan karakter dan pemahaman keagamaan generasi muda. Kegiatan yang diikuti siswa SMPN 1 Jombang ini menghadirkan pengkajian kitab Ta’lim Muta’alim dan Mabadiul Fiqhiyah sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan akhlak peserta didik.
Melalui pengkajian kitab Ta’lim Muta’alim, para siswa diajak memahami pentingnya etika dalam menuntut ilmu. Kitab klasik tersebut menekankan pentingnya niat yang benar, sikap hormat kepada guru, serta metode belajar yang baik agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan.
Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa adab merupakan fondasi utama dalam proses belajar. Para siswa diharapkan mampu menanamkan sikap hormat kepada orang tua, guru, orang yang lebih tua, serta menjaga hubungan baik dengan teman sebaya. Nilai-nilai tersebut diyakini dapat mengantarkan pada keberkahan ilmu dan ridha Allah SWT.
Proses pembelajaran dalam kajian kitab dilakukan dengan metode bandongan, yakni metode pengajaran tradisional yang lazim diterapkan di lingkungan pesantren. Dalam metode ini, kiai atau ustaz membaca, menerjemahkan, dan menjelaskan isi kitab kuning di hadapan para santri atau siswa secara bersama-sama.
Para peserta mengikuti kajian dengan duduk melingkar dalam forum halaqah. Mereka menyimak penjelasan secara aktif sembari memberikan catatan makna pada kitab masing-masing, yang dikenal dengan istilah ngesahi atau njenggoti.
Selain membahas adab menuntut ilmu, kegiatan tersebut juga diisi dengan kajian kitab Mabadiul Fiqhiyah karya Syekh Umar Abdul Jabbar yang membahas dasar-dasar fiqih mazhab Syafi’i, khususnya terkait ibadah shalat.

Materi yang disampaikan meliputi syarat wajib dan syarat sah shalat, seperti thaharah, menutup aurat, serta menghadap kiblat. Selain itu, para siswa juga mempelajari waktu-waktu shalat, rukun shalat, serta tata cara pelaksanaan shalat fardhu dan shalat berjamaah.
Kajian kitab tersebut menghadirkan narasumber Ustadz Yayan Musthofa, M.HI. dan Ustadz M. Yahya Muzaki, keduanya dari Tebuireng. Keduanya memberikan penjelasan mendalam mengenai pentingnya adab dalam menuntut ilmu serta pemahaman fiqih dasar bagi para pelajar.
Menurut Ustadz Yayan Musthofa, kajian kitab klasik penting dikenalkan kepada pelajar sejak dini agar mereka tidak hanya memahami ilmu agama secara teori, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kajian kitab ini, siswa belajar bahwa menuntut ilmu tidak hanya soal kecerdasan, tetapi juga tentang adab, keikhlasan, dan sikap hormat kepada guru serta orang tua,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz M. Yahya Muzaki menambahkan bahwa pemahaman fiqih, khususnya terkait shalat, menjadi bekal penting bagi siswa dalam menjalankan kewajiban ibadah dengan benar.
Melalui pengkajian tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori fiqih, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pihak sekolah menilai penguatan tradisi kajian kitab klasik tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Selain menjaga khazanah keilmuan Islam, kegiatan ini juga menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter siswa SMPN 1 Jombang agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas.
(SB).








