Surabaya,http://radarreclasseering.com
Siapa bilang keris hanya diminati kalangan tua? Seorang kolektor keturunan Tionghoa berhasil mematahkan anggapan tersebut dengan merangkul generasi muda melalui kanal YouTube Ethnic Indonesia.
Dengan konten yang menarik, informatif, dan kekinian, ia memperkenalkan keris sebagai pusaka yang merupakan bagian dari identitas bangsa, investasi yang menjanjikan, dan warisan budaya yang patut dilestarikan. Bahkan keberhasilannya ini menginspirasi banyak pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang memberikan dukungan penuh terhadap misinya.
Di tengah arus modernisasi, Rivo Cahyono, seorang kolektor keris keturunan Tionghoa membuktikan bahwa kecintaan pada budaya Indonesia tidak mengenal batas etnis. Melalui channel YouTube Ethnic Indonesia, pria kelahiran Surabaya, 48 tahun silam ini berhasil mengubah pandangan generasi muda terhadap keris atau pusaka, dari sesuatu yang menakutkan menjadi investasi bernilai rupiah dan sejarah.
Terbukti sejak terjun ke dunia perkerisan pada 2016 lalu, Rivo Cahyono sudah memiliki 1000 lebih keris pusaka dari berbagai wilayah di Indonesia. Harganya pun tak main-main, mulai ratusan ribu hingga milyaran rupiah per kerisnya.
“Trend keris pusaka saat ini tengah berubah seiring dengan perkembangan zaman. Apabila dahulu keris pusaka banyak dibicarakan terkait hal mistis yang kadang sulit diterima akal sehat, namun saat ini keris pusaka memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dirawat dengan baik. Sehingga hal ini semakin membuat para generasi muda tertarik untuk ikut melestarikan keris pusaka yang konon menjadi leluhur bangsa Indonesia,” ujar Rivo Cahyono.
Bahkan Rivo juga mempunyai koleksi keris tertua yang berusia sekitar 1000 tahun lebih atau berasal dari sekitar abad ke-9.
Dedikasinya dalam melestarikan pusaka tidak hanya berhenti di dunia maya. Rivo pun mendapat dukungan dari berbagai sektor pemerhati budaya dan sejarah. Termasuk ia mendapat panggilan video dari Presiden Prabowo Subianto yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi kolektor keturunan Tionghoa ini untuk terus berkarya dan menginspirasi para generasi muda untuk ikut melestarikan keris pusaka sebagai warisan budaya leluhur Indonesia.
Sementara itu, Kolonel (Mar)Sunardi Suryo Kusumo selaku penasehat Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi yang merupakan organisasi pelestari sejarah dan budaya, mengapresiasi apa yang saat ini telah dicapai oleh Rivo Cahyono. “Saya mensupport penuh untuk mendirikan museum pusaka pertama di Jawa Timur yang seluruhnya digagas langsung oleh Rivo Cahyono,” ungkapnya.
Atas capaiannya selama ini, Rivo Cahyono akhirnya meraih gelar kehormatan Kanjeng Raden Arya dari Sri Susuhunan Pakubuwana ke-13 dari Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai pengakuan atas dedikasinya melestarikan budaya nusantara. *(Red/Rhy)