Jakarta, Radarreclasseering.com – Kelanjutan drama Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengguncang Jawa Timur mencapai babak baru. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, resmi tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Sabtu (11/4) pagi sekitar pukul 06.50 WIB.
Gatut Sunu tampak turun dari mobil operasional berwarna hitam milik KPK dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan tim penyidik. Menggunakan jaket dan topi berwarna hitam, orang nomor satu di Tulungagung ini memilih bungkam seribu bahasa. Ia sama sekali tidak memberikan komentar atau pernyataan apapun kepada awak media yang sudah menunggu sejak subuh terkait kasus hukum yang menjeratnya.
Penangkapan Gatut Sunu merupakan hasil operasi senyap tim antirasuah di wilayah Provinsi Jawa Timur pada Jumat (10/4) malam. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sang bupati tidak sendirian; ia diamankan bersama 15 orang lainnya dalam rangkaian operasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, rombongan 15 orang lainnya yang terjaring OTT di Tulungagung belum terlihat menyusul tiba di markas besar KPK. Tim penyidik masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan.
KPK kini berpacu dengan waktu. Lembaga antirasuah tersebut memiliki waktu maksimal 1×24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring, termasuk apakah Bupati Tulungagung akan resmi menyandang status tersangka dan dilakukan penahanan.
Publik kini menanti konferensi pers resmi dari pimpinan KPK untuk mengungkap detail kasus, barang bukti yang disita, serta konstruksi perkara korupsi yang menyeret pengusaha toko bangunan yang baru saja memenangkan Pilkada 2024 tersebut (ty)










