Penulis: Admin

  • KPI IPMAFA Sukses Gelar Layar Riang dan Screening Film

    KPI IPMAFA Sukses Gelar Layar Riang dan Screening Film

    Pati – Malam penuh inspirasi tersaji dalam acara Nobar & Screening Film yang digelar oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA) pada Kamis (20/02/2025). Bertempat di lapangan SMP Taqdis Kajen Kecamatan Margoyoso Pati, acara ini berlangsung mulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh santriwan dan santriwati, delegasi dari berbagai pondok pesantren di Kajen, perwakilan media, serta mahasiswa dan alumni KPI IPMAFA.

    Turut hadir dalam acara ini Kaprodi KPI IPMAFA, Ibu Asiyah MSos, beserta Sekretaris Prodi, Fajar Adhi Kurniawan SIKom MSi, yang memberikan dukungan penuh terhadap karya sinema mahasiswa. Dengan dipandu oleh Niha dan Zakiya, acara ini berjalan dengan penuh semangat dan kehangatan.

    Sejak awal pemutaran, antusiasme para peserta begitu terasa. Mereka dengan penuh semangat menyaksikan tiga film yang diproduksi oleh KPI IPMAFA, yaitu “Legowo”, “Pilihan”, dan “Hafalan”. Ketiga film ini mengangkat beragam tema yang erat dengan kehidupan santri dan pesantren, serta memberikan nilai-nilai moral yang mendalam bagi para penontonnya.

    Dalam sesi diskusi setelah pemutaran film, para sutradara dari masing-masing film yaitu Ummi Durrotun Niha (Legowo), Irfan Jalalil Ikrom (Pilihan) dan Nanda Lutfiyah Putri (Hafalan), memberikan penjelasan mendetail tentang alur cerita, pesan, serta kesan yang ingin mereka sampaikan melalui film-film tersebut. Penjelasan yang rinci dan jelas dari para sutradara membuat para peserta semakin memahami makna di balik setiap adegan yang disajikan.

    Tak hanya menjadi ajang pemutaran film, acara ini juga menjadi ruang diskusi yang interaktif. Para santriwan dan santriwati dengan penuh antusias mengajukan berbagai pertanyaan kepada para sutradara. Mereka ingin mengetahui lebih dalam tentang proses produksi film, inspirasi cerita, hingga tantangan yang dihadapi selama pembuatan film.

    Acara ini menjadi bukti bahwa film yang diproduksi dengan penuh ketulusan dan pesan moral yang kuat mampu menyentuh hati banyak orang. KPI IPMAFA sukses menghadirkan pengalaman sinematik yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi para santri dan delegasi pondok pesantren yang hadir malam itu.

  • Mahasiswi IPMAFA Juara 1 Speech Contest Bertema “Cyber Awareness”

    Mahasiswi IPMAFA Juara 1 Speech Contest Bertema “Cyber Awareness”

    PARE – Salah satu mahasiswi Institut Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA) dari Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) sukses meraih juara pertama dalam ajang Speech Contest bertema “Cyber Awareness.” Kompetisi bergengsi ini digelar di Kresna Camp, Kampung Inggris Pare, Minggu malam (26/01/2025).

    Prestasi ini menjadi momen membanggakan bagi mahasiswi penerima beasiswa KIP Kuliah (KIP-K) tersebut. Awalnya sempat ragu untuk ikut, ia akhirnya memberanikan diri atas dorongan teman-teman yang melihat potensi besar dalam kemampuan berbicara bahasa Inggrisnya. Dengan persiapan matang, ia tampil percaya diri sebagai peserta ketiga di antara para pesaing yang luar biasa.

    Acara ini merupakan bagian dari program rutin Kresna Camp yang diadakan dua minggu sekali. Pada malam pengumuman, suasana penuh ketegangan berubah menjadi haru saat nama mahasiswi IPMAFA diumumkan sebagai juara pertama. Kemenangan ini ia dedikasikan sebagai motivasi bagi mahasiswa lain, terutama penerima beasiswa KIP-K, untuk terus berprestasi di bidang masing-masing.

    “Awalnya saya hanya fokus melakukan yang terbaik tanpa berharap banyak. Saat nama saya disebut, saya sangat terkejut dan bersyukur. Ini pengalaman pertama yang luar biasa,” ungkapnya dengan senyum bahagia.

    Dengan tema “Cyber Awareness,” kompetisi ini turut menyoroti isu penting di era digital. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, dukungan teman, dan kepercayaan diri mampu membawa hasil yang gemilang. Selamat kepada sang juara, semoga terus menginspirasi! (Ilya.red)

  • Menuju Desa Pariwisata, Watuaji Jepara Launching Website Desa Wisata

    Menuju Desa Pariwisata, Watuaji Jepara Launching Website Desa Wisata

    Watuaji Jepara – Pada acara launching website desa wisata Watuaji, www.terpikatwatuaji.com, seluruh lapisan masyarakat desa turut berpartisipasi, mulai dari Kepala Desa, perangkat desa, pelaku UMKM, Bumdes, PKK, Karangtaruna, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), hingga mahasiswa KKN Desa Watuaji (06/09/2024). Acara ini diiringi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Desa Watuaji dan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) yang melibatkan Petinggi Desa Watuaji, Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, serta Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).

    Website yang beralamat di www.terpikatwatuaji.com ini sepenuhnya difasilitasi oleh kampus IPMAFA melalui laboratorium sosial Fakultas Dakwah dan Prodi PMI. Kolaborasi ini tidak lepas dari dukungan mahasiswa KKN IPMAFA yang bekerja sama dengan mahasiswa UNISVET yang juga sedang menjalankan program penguatan ekonomi masyarakat di Desa Kelet.

    Dengan adanya website tersebut, Desa Watuaji mulai membangun branding sebagai desa wisata yang memiliki berbagai potensi seperti Embung Pule Krentel, camping ground, Watu Tatal, makam ulama, wisata agrodan banyak lagi. Petinggi Desa Watuaji, Junaidi SSos, menyatakan rasa syukur atas kerjasama dengan IPMAFA yang telah membantu desa ini menjadi desa dampingan dalam upaya pengembangan pariwisata. Ia berharap warga desa dapat memanfaatkan website ini dengan maksimal, sehingga tidak hanya menjadi fasilitas yang terabaikan.

    Dekan Fakultas Dakwah IPMAFA, Isyrokh Fuaidi LLM yang juga dikenal sebagai pengembang smart village, menyampaikan bahwa laboratorium sosial PMI memiliki program untuk memberikan fasilitasi dan edukasi pemanfaatan teknologi untuk pengembangan lembaga termasuk pemerintah desa. Beberapa teknologi digital yang mungkin dapat diterapkan seperti sistem informasi desa, sistem fundraising, sistem Bumdes, pasar online desa atau marketplace, dan seterusnya.

    Setelah peresmian website, dilakukan sesi sosialisasi mengenai pemanfaatan website kepada masyarakat desa. Antusiasme warga terlihat dalam diskusi interaktif yang membahas bagaimana website ini akan memperkenalkan Watuaji sebagai desa wisata, meningkatkan ekonomi lokal, serta mendokumentasikan profil desa secara lebih baik.

  • Pelantikan 120 Anggota DPRD Jateng Periode 2024-2029, Sumanto dan Syarif Abdillah Ditunjuk Sebagai Pimpinan Sementara

    Pelantikan 120 Anggota DPRD Jateng Periode 2024-2029, Sumanto dan Syarif Abdillah Ditunjuk Sebagai Pimpinan Sementara

    Semarang – Sebanyak 120 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) resmi dilantik dalam upacara pengucapan sumpah dan janji yang berlangsung pada Selasa (3/9/2024). Pelantikan ini diselenggarakan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman, di Gedung Berlian DPRD Jateng.

    Pelantikan anggota dewan terpilih periode 2024-2029 ini menandai awal perjalanan para legislator dalam mengemban tugasnya selama lima tahun ke depan. Mereka akan bertanggung jawab atas pembahasan dan pengawasan kebijakan daerah, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat di provinsi yang memiliki penduduk lebih dari 34 juta jiwa ini.

    Dalam rapat paripurna tersebut, juga ditetapkan dua pimpinan sementara DPRD Jateng, yakni Sumanto dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Syarif Abdillah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kedua partai ini memperoleh suara terbanyak pada Pemilu Legislatif yang digelar Februari 2024 lalu, menjadikan mereka sebagai pemegang mandat untuk mengisi kursi pimpinan sementara hingga terpilihnya pimpinan definitif.

    Sumanto, politisi senior dari PDIP, dikenal dengan pengalamannya yang luas dalam bidang legislasi, sementara Syarif Abdillah dari PKB merupakan tokoh muda yang diharapkan dapat membawa energi baru dalam pengambilan kebijakan. Keduanya akan memimpin rapat-rapat dan tugas-tugas dewan selama masa transisi hingga pimpinan DPRD definitif dipilih melalui musyawarah internal fraksi-fraksi di DPRD.

    Pelantikan ini disambut antusias oleh para anggota dewan baru maupun masyarakat, dengan harapan bahwa DPRD Jateng dapat terus mendorong pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial. Isu-isu strategis seperti pengelolaan anggaran daerah dan penanganan kemiskinan di Jateng diperkirakan akan menjadi prioritas utama bagi para legislator yang baru dilantik.

  • Desa Kelet Jepara Kini Punya Pasar Online Untuk Bantu UMKM

    Desa Kelet Jepara Kini Punya Pasar Online Untuk Bantu UMKM

    Desa Kelet Kecamatan Keling Kabupaten Jepara kini resmi memiliki pasar online bernama www.lapakkelet.com yang dapat menjadi sarana bagi para pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka secara lebih luas. Lapak online tersebut difasilitasi pembangunannya oleh Laboratorium Sosial Kampus IPMAFA Pati di bawah naungan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Fakultas Dakwah IPMAFA.

    Pasar online tersebut disosialisasikan kepada pelaku UMKM di balaidesa Kelet bersamaan dengan penandatanganan kerjasama antara IPMAFA dengan desa Kelet (05/09/2024). Hadirnya lapak online tersebut dapat memberikan peluang bagi para pelaku UMKM di Desa Kelet untuk membangun dan mengembangkan usaha mereka sesuai dengan perkembangan zaman. Melalui platform ini, pelaku usaha dapat memasarkan segala produk mereka secara online sehingga menjangkau lebih banyak konsumen.

    Sebagai bagian dari tindak lanjut penandatanganan MoU antara IPMAFA dan Pemerintah Desa Kelet, pelaku UMKM yang mayoritas didominasi oleh perempuan langsung mendapatkan pelatihan tentang cara mengelola toko di marketplace lapakkelet.com. Pelatihan ini dipandu oleh Isyrokh Fuaidi yang telah lama berpengalaman dalam pengembangan platform digital untuk kegiatan ekonomi masyarakat.

    Selain pelatihan pengelolaan pasar online, program ini juga didukung oleh pendampingan intensif dari IPMAFA melalui dosen-dosen yang ahli di bidangnya. Kerjasama ini menjadi langkah konkret dalam pengembangan ekonomi desa berbasis teknologi yang menjadi salah satu program utama di Program Studi PMI IPMAFA sehingga harapanya desa akan mampu berkompetisi dan siap menghadapi tantangan era digital.

  • Warga Kelet Keling Jepara Dibekali Skill Kelola Sampah dengan Eco Enzyme dan Magot

    Warga Kelet Keling Jepara Dibekali Skill Kelola Sampah dengan Eco Enzyme dan Magot

    Jepara – Kantor Balai Desa Kelet dipilih menjadi tempat pelatihan pengelolaan sampah yang diadakan oleh mahasiswa KKN IPMAFA dan UNISVET, Rabu (4/9/2024). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak yang dirasakan masyarakat untuk mengatasi penumpukan sampah yang semakin bertambah di desa Kelet. Melalui program kerja ini, KKN IPMAFA dan KKN UNISVET bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada para aktivis lingkungan desa mengenai pengelolaan sampah yang lebih efektif.

    Materi pelatihan mencakup cara pembuatan eco enzyme dan magot. Eco enzyme adalah produk fermentasi dari sampah organik yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk pembersih alami dan pupuk. Sementara itu, magot adalah larva lalat Black Soldier yang dapat membantu menguraikan sampah organik menjadi kompos berkualitas tinggi.

    Kegiatan ini merupakan program KKN di bidang lingkungan untuk menjawab tantangan sekaligsu potensi terkait pengelolaan sampah yang ada di masyarakat. Dengan pelatihan ini, diharapkan para aktivis dan mereka yang memiliki kepedulian lingkungan dapat memperoleh wawasan dan keterampilan praktis untuk mengelola sampah dengan lebih baik, serta memanfaatkannya menjadi barang yang lebih berguna.

    KKN IPMAFA dan KKN UNISVET berharap bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi desa Kelet, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

  • Muhammad Rizqi Iskandar Muda, Anggota DPRD Jateng Termuda

    Muhammad Rizqi Iskandar Muda, Anggota DPRD Jateng Termuda

    Pada pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng), ada momen unik saat ayah dan anak dilantik bersama. Iskandar Zulkarnain (59) dan putranya, Muhammad Rizqi Iskandar Muda (22), keduanya berasal dari Partai Gerindra dan terpilih melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng 13 yang mencakup Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang. Sebanyak 120 anggota DPRD Jateng periode 2024-2029 mengikuti pelantikan yang berlangsung di Gedung Berlian, lantai 4, Selasa(3/9/2024).

    Rizqi kelahiran Batang Jawa Tengah pada 9 November 2002, dinobatkan sebagai anggota DPRD termuda pada pelantikan yang berlangsung 3 September 2024. Selain menjadi anggota dewan, Rizqi juga masih berstatus sebagai mahasiswa Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

    Rizqi mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia politik sudah muncul sejak kecil yang juga didorong oleh orang tuanya. “Sejak SD, cita-cita saya adalah menjadi presiden,” ujarnya saat diwawancarai oleh LemonsNews.com. Meskipun memiliki dukungan keluarga yang kuat, ia menyadari bahwa masih banyak yang harus dipelajari untuk menjalani karier politik ini dengan baik. “Saya perlu menyesuaikan diri, apalagi ini pengalaman pertama di tingkat provinsi,” tambahnya.

    Rizqi berencana akan menggarap pengembangan sumber daya manusia, terutama di kalangan milenial dan generasi Z yang menurutnya relevan dengan usianya yang masih muda. Sementara itu, Iskandar Zulkarnain, sang ayah, berjanji untuk terus membimbing anaknya dalam perjalanan politik ini, menyebutnya sebagai bagian dari proses regenerasi.

  • Pelajar di Kelet Jepara Dibekali Etika Bermedia Sosial

    Pelajar di Kelet Jepara Dibekali Etika Bermedia Sosial

    Faktajateng.com, Jepara – Para pelajar di desa Kelet Kecamatan Keling Kabupaten Jepara mendapatkan wawasan dan pendampingan terkait etika bermedia sosial yang diadakan di Mts Sunan Muria Desa Kelet, Rabu (28/08/2024). Kegiatan ini difasilitasi oleh tim mahasiswa KKN IPMAFA di desa Kelet dan berkolaborasi dengan mahasiswa KKN dari UNISVET. Peserta kegiatan ini adalah siswa-siswi kelas 8 yang berusia sekitar 13 tahun ke atas.

    Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari program kerja di bidang pendidikan oleh mahasiswa KKN untuk membekali para siswa dengan pemahaman terkait cara menggunakan media sosial secara bijak. Dalam era digital saat ini, media sosial sering kali menjadi tempat munculnya berbagai kejadian viral yang tidak selalu berdampak positif bagi pengguna media sosial. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menyaring informasi dan mampu memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan pengguna yang lain.

    Dengan adanya pendampingan ini, para siswa diharapkan bisa lebih memahami pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi di dunia maya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab, sekaligus mendorong siswa untuk mengambil nilai-nilai positif yang bisa diambil informasi dari platform digital ini.

    Melalui kegiatan ini, Mts Sunan Muria menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya memberikan pendidikan akademis, tetapi juga pendidikan karakter yang sesuai dengan tantangan zaman. Harapannya, para siswa-siswi dapat menjadi generasi muda yang bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial, serta mampu membawa pengaruh positif bagi lingkungan mereka.

  • Mengenal Kopi Kunir Jepara

    Mengenal Kopi Kunir Jepara

    Faktajateng.com, Jepara – Kopi Kunir, produk unggulan dari Desa Kunir, pertama kali diperkenalkan pada tahun 2014 dengan nama “Kopi Robusta Gardu Pandang.” Sejak saat itu, usaha kecil ini mengalami perkembangan pesat, mencapai prestasi signifikan pada tahun 2022 ketika meraih peringkat kedua dalam lomba desa se-Kabupaten Jepara. Pada tahun yang sama, nama produk ini secara resmi diubah menjadi “Kopi Kunir.”

    Perubahan nama ini bukan sekadar kosmetik; ia mencerminkan peningkatan kualitas dan strategi branding yang lebih efektif. Sejak 2018, Kopi Kunir telah diakui sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dengan fokus pada peningkatan kualitas melalui pelatihan organik selama dua tahun. Selain itu, mereka juga mengajukan sertifikasi halal dan PIRT untuk memperkuat posisi di pasar.

    Dengan komitmen untuk berinovasi, Kopi Kunir meluncurkan kemasan baru pada 15 Januari 2023, yang semakin menarik bagi konsumen. Langkah ini tidak hanya meningkatkan citra produk tetapi juga menandai evolusi Kopi Kunir sebagai salah satu produk unggulan yang semakin dikenal.

    Proses Produksi yang Teliti

    Kopi Kunir dikenal karena proses produksinya yang sangat teliti. Proses dimulai dengan pemetikan biji kopi berkualitas terbaik dari kebun, yang harus berwarna merah. Biji kopi ini kemudian disortir dan dijemur dengan hati-hati, menghindari hujan dan embun selama 25 hingga 30 hari hingga kadar air mencapai 14%.

    Setelah pengeringan sempurna, biji kopi dikumpulkan dalam karung 32 kg sebelum digiling. Proses penggilingan diikuti dengan penjemuran kembali selama 4 jam untuk menurunkan kadar air menjadi 12,5%. Hasilnya dibagi menjadi dua kategori: Grite A, di mana 1 kg biji kopi menghasilkan 8 ons kopi, dan Grite B, yang menghasilkan 6 ons kopi dari setiap 1 kg biji kopi.

    Pemasaran dan Keuntungan

    Pemasaran Kopi Kunir telah meluas ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Bandung, Jogja, Jawa Timur, Magelang, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Boyolali. Penjualan dilakukan dengan sistem pre-order untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke konsumen. Meskipun keuntungan tidak dapat diprediksi secara pasti, keuntungan per kilogram kopi diperkirakan sekitar Rp20.000 dalam setiap kali pemasaran.

    Kopi Kunir adalah contoh nyata bagaimana produk lokal yang dikelola dengan baik dan dipasarkan secara strategis dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Dukungan terhadap UMKM seperti ini sangat penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia.

  • Talkshow UMKM Go Digital di Desa Bendar Juwana, 24 Pelaku Usaha Belajar Manajemen Keuangan dan Pemasaran Online

    Talkshow UMKM Go Digital di Desa Bendar Juwana, 24 Pelaku Usaha Belajar Manajemen Keuangan dan Pemasaran Online

    (Selasa, 20/08/24)  sebanyak 24 pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)  Desa Bendar Kecamatan Juwana Kabupaten Pati mengikuti Talkshow UMKM go Digital. Ini merupakan langkah awal dari banyaknya UMKM yang berdiri untuk memasarkan produk nya tak hanya secara offline tetapi juga online.

    Tercatat bahwa dari 24 peserta yang mengikuti acara ini mayoritas pemilik usaha kerupuk ikan, terkhusus di daerah Bendar, Juwana ini terkenal dengan sebutan kampung nelayan. Talkshow yang diselenggarakan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pesantren Mathali’ul Falah ini mengangkat tema besar “UMKM go Digital: Manajemen Keuangan dan Portal Pemasaran.”

    Talkshow yang diadakan di Balai Desa Bendar tak hanya menjelaskan mengenai pengenalan portal pemasaran produk , juga dijelaskan strategi manajemen keuangan yang baik Meskipun pemilik UMKM yang hadir mayoritas sudah berusia lanjut (40-50 tahun) tetapi semangat mereka dalam belajar bersama patut di apresiasi.

    Isyrokh Fuaidi selaku narasumber menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal penting dalam manajemen keuangan usaha yaitu perencanaan yang baik, pencatatan keuangan yang rutin, pengembangan usaha, dan penerapan akuntansi sesuai kebutuhan. Lebih lanjut dalam berbisnis, manajemen keuangan harus diatur secara rinci. “Dalam bisnis yang dijalankan, jangan hanya fokus pada pendapatan yang besar saja, karena bisa saja pendapatan yang besar tetapi keuntungan kecil.” tuturnya.

    Acara ini berlangsung dengan tertib dan lancar yang tampak dari keaktifan para peserta dalam berdiskusi. Isyrokh juga berpesan kepada warga Bendar yang kebanyakan pebisnis untuk saling melarisi atau saling mendukung satu dengan yang lain di tengah lemahnya perekonomian yang terjadi di Indonesia saat ini.