Arfita Tipu Bosnya Rp6,3 Miliar, Modus WhatsApp-an dengan Empat Dewa Minta Transfer

Surabaya,http://radarreclasseering.com

Kisah ini bukanlah sinetron, juga bukan cerita rakyat dari zaman kerajaan Majapahit. Seorang admin purchasing bernama Arfita tiba-tiba mengaku bisa berkomunikasi dengan dewa-dewa melalui WhatsApp (WA). Hebatnya lagi, dewa-dewa itu ternyata gemar menggunakan HP dan meminta transferan uang untuk berderma.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya pada Selasa (14/10/2025), Arfita, yang sebelumnya bekerja sebagai admin di CV. Sentosa Abadi Steel, didakwa menipu bosnya sendiri, Alfian Lexi, sebesar Rp6,3 miliar. Modusnya adalah mengaku bisa menyambungkan komunikasi langsung dengan empat dewa.

Menurut dakwaan jaksa, Arfita mengaku bisa berkomunikasi dengan Dewa KO IWAN (dewa kehidupan), Dewa KO JO (dewa jodoh), Dewa KO BRAM (dewa kekayaan), dan Dewa KO BILLY (dewa pengetahuan). Dewa-dewa ini, katanya, memiliki nomor HP sendiri, lengkap dengan dua kartu SIM.

Setiap dewa diberi satu unit handphone agar Arfita bisa “berkomunikasi spiritual” dengan mereka. Bos Alfian pun dengan penuh semangat membelikan HP untuk keempat dewa tersebut. Namun, alih-alih mendapat wangsit dari langit, rekening Alfian malah terkuras habis.

Parahnya, Arfita juga rajin mengirimkan pesan WA atas nama para dewa, yang isinya permintaan uang derma. Mulai dari membeli kambing, sapi, hingga babi, yang katanya untuk penghapusan karma. Bukan hanya meminta HP, Arfita si “admin surga” ini juga menetapkan pajak 10 persen dari omzet perusahaan harus didermakan ke “panti spiritual”. Jumlah ini terus meningkat setiap tahun, hingga mencapai 25 persen dari omzet.

Namun, semua dana itu ternyata masuk ke rekening pribadi Arfita. Bukannya masuk ke panti, dana tersebut malah digunakan untuk membayar cicilan mobil, membeli perhiasan pribadi, hingga dana hiburan. Ketika keluarga Alfian menanyakan bukti, Arfita menjawab, “Dewa nggak suka laporan.” Dari total dana Rp6,3 miliar, hanya ada bukti donasi sebesar Rp500 ribu ke Panti Bhakti Luhur, barang yang nilainya tidak jelas ke Panti Sumber Kasih, dan Rp500 ribu ke Perhimpunan Ora Et Labora. Sisanya? Masuk ke investasi properti dan mobil.

Akhirnya, pada Januari 2025, Alfian curhat kepada temannya, Benny, di Bali. Di sanalah semua kesaktian palsu Arfita terbongkar. Benny, dengan logika yang lebih kuat, langsung berkata: “Bro, dewa mana ada chatting di WA? Itu bukan rejeki dari langit, itu modus penipuan.”

Setelah sadar ditipu, Alfian pun melapor. Kini Arfita duduk di kursi pesakitan, bukan lagi sebagai perantara dewa, melainkan sebagai terdakwa dalam pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan. *(Rhy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *