Banyumas, Radarreclasseering.com – Calengsai merupakan kesenian hasil perpaduan budaya Banyumas dan Tionghoa.
Nama Calengsai berasal dari gabungan kata calung, lengger, dan barongsai.
Dalam satu pertunjukan, masyarakat dapat menyaksikan iringan musik calung, tarian lengger, serta atraksi barongsai yang berpadu secara harmonis. Minggu, (7/6/2026).
Kesenian ini menjadi bukti bahwa perbedaan budaya dapat menghasilkan karya yang unik dan menarik tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing.
Kehadiran Calengsai menunjukkan terjadinya akulturasi budaya yang berlangsung secara harmonis di Banyumas.
Perpaduan budaya lokal dan budaya Tionghoa dalam pertunjukan ini menjadi contoh bahwa keberagaman dapat melahirkan kreativitas sekaligus memperkaya budaya yang ada di masyarakat.
Berdasarkan wawancara dengan salah satu pengunjung, daya tarik utama Calengsai terletak pada perpaduan unsur budaya yang ditampilkan dalam satu panggung.
Menurutnya, kombinasi tari lengger, musik calung, dan atraksi barongsai menjadikan pertunjukan ini berbeda dari kesenian lainnya.
ia mengaku kagum karena Calengsai tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan upaya pelestarian budaya yang masih terus dilakukan hingga saat ini.
Pengunjung tersebut juga berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengenal dan melestarikan Calengsai.
Menurutnya, kesenian ini memberikan pesan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat.
Kehadiran Calengsai menjadi contoh nyata bahwa budaya Banyumas dan budaya Tionghoa dapat hidup berdampingan serta menciptakan harmoni dalam keberagaman.
Penulis Mahasiswa
Renata Nabila Putri dan Afifatun Nisa
(Red/One)









