DOT Kickboxing 2025, KBI Pengcab Dumai Pelatihan Wasit dan Juri

DUMAI,http://radarreclasseering.com – Kickboxing adalah satu cabang olahraga bela diri yang berkembang pesat di Indonesia, baik dari pembinaan atlet maupun intensitas penyelenggaraan pertandingannya.

Untuk menjamin terselenggaranya pertandingan yang sesuai aturan dan standar nasional serta profesional dan objektif, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khususnya sebagai Wasit dan Juri.

Peran wasit dan juri sangat strategis dalam menjaga sportivitas dan kualitas pertandingan. Karenanya, peningkatan kapasitas dan profesionalisme melalui kegiatan bedah wawasan (Coaching Clinic) dalam bidang Wasit dan Juri Cabang olahraga Kickboxing menjadi salah satu kebutuhan mendesak, dalam rangka menyamakan persepsi tentang aturan pertandingan, memperbaharui dan menyegarkan pengetahuan, serta menyediakan kebutuhan SDM yang siap bertugas dalam berbagai event olahraga kickboxing baik pada tingkat daerah, regional maupun nasional.

Melalui kegiatan bedah wawasan, diharapkan para peserta dapat memahami materi pelatihan secara komprehensif yang diantaranya akan mempelajari berbagai aturan pertandingan terbaru, etika profesi wasit dan juri, serta teknik-teknik penilaian yang sesuai dengan norma dan standar olahraga kickboxing.

Selasa dan Rabu (25 – 26 November 2025), Kick Boxing Indonesia (KBI) Pengcab Dumai mengadakan pelatihan bagi wasit dan juri yang akan terlibat dalam event “Dumai Open Tournament (DOT) Kickboxing Championship 2025” pada 29 – 30 November nanti di atrium Citimall.

Instruktur yang akan bertindak memberikan materi pelatihan adalah Dr. Ahmad Rifa’i, seorang praktisi dan pemegang Black Belt dengan kualifikasi Wasit Nasional.

Sementara wasit dan juri peserta berasal dari Dumai, Rohil dan Bengkalis. Pelatihan berlangsung di Dojo Taekwondo Jl. Husni Thamrin (Dock Yard).

Adapun bentuk kegiatan yaitu pelatihan dan penataran teori tentang peraturan pertandingan Kickboxing, praktik langsung teknik memimpin pertandingan dan sistem penilaian serta ujian teori dan praktek untuk menentukan kemahiran dan penguasaan materi.

Untuk materi kegiatan diantaranya tentang; struktur organisasi Kickboxing Indonesia; peraturan pertandingan Kickboxing (KBI Rules Update); tugas, fungsi, dan etika Wasit dan Juri; sistem penilaian dan mekanisme protes pertandingan; simulasi dan praktek memimpin pertandingan; dan ujian teori maupun praktek kepada peserta.

“Terimakasih kepada Dr. Ahmad Rifa’i, yang telah bersedia memberikan pelatihan hari ini. Pelatihan diharapkan dapat menghasilkan beberapa capaian yang diantaranya tersedianya wasit dan juri kickboxing yang memiliki kapasitas dan dapat memimpin pertandingan, tersedianya SDM wasit dan juri yang profesional, adil, kompeten, dan berintegritas, terciptanya pemahaman yang seragam terhadap peraturan pertandingan kickboxing terbaru, meningkatnya kualitas pelaksanaan pertandingan kickboxing di daerah dan khususnya di Kota Dumai, terciptanya jejaring koordinasi antar wasit dan juri kickboxing di wilayah Provinsi Riau khususnya di Kota Dumai serta terdukung nya dengan baik dan sukses penyelenggaraan event kickboxing “DOT Kickboxing Championship 2025” yang tertib aturan dan berkualitas,” ungkap Ketua Panitia M. Rizki Ananda Panjaitan diwakili Sekretaris Panitia Indra Gunawan, ST., M.Ec.Dev., saat menyampaikan sambutan.

Untuk diketahui, event turnamen kickboxing championship merupakan event turnamen kickboxing pertama yang diselenggarakan di Riau. Dumai termasuk beruntung terutama KBI Pengcab Dumai dan panitia yang telah mampu menyelenggarakan pertandingan olahraga beladiri itu.

Disampaikan oleh Ketua KBI Pengcab Dumai, Patrik Tatang, atlet kickboxing pemenang pada turnamen hari itu akan ditunjukkan sebagai atlet kickboxing untuk mewakili Kota Dumai dalam Porprov Riau ke-XI Tahun 2026 nanti, walaupun ada isu akhirnya diundur ke Tahun 2027.

“Tapi melihat perkembangan hari ini, karena biaya yang dikeluarkan oleh panitia sejak awal hingga selesainya turnamen nanti, belum ada kepastian akan diganti oleh KONI Dumai, maka kami pengurus sudah sepakat, usai event turnamen ini, kami pengurus KBI Pengcab Dumai dengan tegas saya katakan mengundurkan diri!!,” pungkas Patrik Tatang menyampaikan kekesalan akibat tidak adanya kepastian pendanaan dari KONI Dumai dan Pemko yang tidak konsisten dalam anggaran pembinaan cabor Kickboxing Dumai.

(ES)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *