PURWOREJO, RADARRECLASSEERING.com – (5 Oktober 2026) Di bawah langit pagi yang cerah, Halaman Makodim 0708 Purworejo tampak tertata rapi. Senin ini, seluruh jajaran prajurit beserta Pegawai Negeri Sipil lingkungan Kodim berkumpul bukan sekadar merayakan hari jadi ke-81 Tentara Nasional Indonesia, melainkan memperteguh janji: kepercayaan yang diberikan masyarakat adalah kehormatan sekaligus amanah yang tak boleh diabaikan.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0708 Purworejo Letkol Inf Ketut Hendra Budihardaja memimpin jalannya peringatan yang berlangsung khidmat. Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakannya, ditegaskan satu hal mendasar: posisi TNI yang kini dicintai rakyat bukan datang begitu saja, melainkan buah dari pengabdian yang tulus dan nyata selama puluhan tahun.
“Semakin besar kepercayaan rakyat, semakin berat pula tanggung jawab yang dipikul,” demikian pesan yang bergema di tengah barisan.
Saat negara terus memperkuat institusi ini — baik lewat peningkatan kesejahteraan personel maupun pemodernan alat pertahanan — penguatan itu tidak boleh hanya berhenti pada sarana dan prasarana. Amanat Panglima mengingatkan: kekuatan yang besar harus diimbangi dengan kemampuan yang semakin profesional, integritas yang tak tergoyahkan, dan kesadaran bahwa setiap sumber daya yang diterima adalah titipan bangsa.
Di era yang penuh ketidakpastian ini, tantangan TNI tak lagi hanya berbentuk ancaman di perbatasan. Dinamika informasi, pengaruh yang dapat menggerus kepercayaan publik, hingga isu persatuan wilayah menjadi ujian yang hadir setiap hari. Karena itu, momen HUT ke-81 ini ditekankan bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik untuk mempertegas jati diri TNI: tetap berdiri bersama rakyat, menjaga kedaulatan, dan melindungi kekayaan Nusantara.
Sebagai pedoman baru dalam menjalankan pengabdian, seluruh jajaran diajak menjadikan PRIMA sebagai budaya sehari-hari:
– Profesional — menguasai tugas, taat hukum, dan penuh integritas;
– Responsif — peka terhadap perubahan, tanggap saat rakyat membutuhkan;
– Integratif — bersinergi dengan seluruh elemen bangsa, bukan berdiri sendiri;
– Modern — menguasai teknologi pertahanan, mampu menjadi daya tangkal yang nyata;
– Adaptif — terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan ancaman yang terus berubah.
Upacara yang berakhir dengan tertib ini menyisakan pesan mendalam: bagi masyarakat Purworejo, kehadiran TNI bukan sekadar kekuatan bersenjata, melainkan penjaga kedamaian, mitra pembangunan, dan sahabat yang selalu ada di tengah warga. Di usia ke-81 ini, TNI berjanji: semakin dewasa, semakin dekat, dan semakin setia kepada
rakyat.
(SBE)












